Jadi Guru Para Pendeta, Kenangan Gus Dur Tersimpan Rapi di Balewiyata GKJW Malang

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

28 Feb 2026 05:17

Thumbnail Jadi Guru Para Pendeta, Kenangan Gus Dur Tersimpan Rapi di Balewiyata GKJW Malang
Ruangan di Balewiyata Malang yang dulu digunakan sebagai tempat Gus Dur beristirahat ketika mengajar selama 7 tahun, kini masih terawat dan tersimpat dengan rapi. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Balewiyata Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Malang menjadi saksi bisu atas persaudaraan lintas iman dan jejak intelektual yang terbangun di Indonesia. Memori tentang Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur hingga saat ini masih tersimpan rapi. 

Balewiyata sendiri merupaka pusat pendidikan teologi tertua di Pulau Jawa. Sebelum berdiri di Jalan S Supriadi Nomor 28, Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, sekolah pendidikan untuk pemuka umat (voorhanger) Kristen oleh lembaga pengabaran Injil Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) telah tumbuh di Kediri pada 1925.

Kemudian Balewiyata berpindah ke Malang dan diresmikan pada 6 Januari 1927. Berkat sekolah teologi ini, Majelis Agusng GKJW pun akhirnya lahir pada tahun 1931.

Ds Dr Barend Martinus Schuurman dikenal sebagai salah satu pendeta sekaligus pendiri Balewiyata yang gugur pada masa pendudukan Jepang. Ia kemudian disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun Nasrani atau Kuburan Londo.

Baca Juga:
[FOTO] Sensasi Kuliner Italia di Malang, Cicipi “Torre Del Gusto” Italian All You Can Eat Dinner di Hotel Santika Premiere

Pendeta Natanael Hermawan selaku Ketua Majelis Agung GKJW menjelaskan kisah menarik tentang kehadiran Gus Dur, Sang Guru Bangsa di Balewiyata. Sebelum menjadi Presiden ke-4 RI, Gus Dur rupanya sempat mengajar para pendeta pada 1974-1981.

"Ada catatan sejarah bahwa KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah mengajar di Kantor Majelis Agung GKJW selama 7 tahun. Beliau mengajarkan tentang Teologi Islam atau Islamologi kepada para pendeta di sini," ujarnya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Saat itu, Gus Dur memiliki pemahaman bahwa untuk belajar tentang Islam, harus bersumber dari pengajar yang memiliki latar belakang sebagai seorang Islam. Negitu pula ketika ingin belajar tentang ajaran Kristen maupun ajaran lainnya, harus langsung dari pemeluk agama tersebut. 

Terdapat salah satu ruangan khusus di Balewiyata yang saat ini selalu dibuka untuk umum. Di ruangan tersebut, terdapat sebuah meja dan kursi kerja, dilengkapi dengan beberapa foto jadul bergambarkan Gus Dur dan para pendeta. 

Baca Juga:
Kejari Kota Malang Lelang 12 Aset Koruptor Puskopsyah Al Kamil

Ruangan tersebut ternyata dulunya adalah tempat Gus Dur beristirahat. Pihak Balewiyata dengan sengaja dan secara khusus tetap merawat ruangan tersebut sebagai sebuah kenangan persaudaraan yang terjalin antara Islam dan Kristen.

"Di ruangan tersebut, Gus Dur beristirahan selama 7 tahun. Masih kami rawat dan jaga. Ada meja, kursi, ruangan mengajar beliau juga tetap kami rawat karena menjadi hal yang sangat berharga," ungkapnya.

Bahkan saat Gus Dur menjadi Presiden ke-4 RI, ia masih menyempatkan diri untuk berkunjung ke Balewiyata Malang. Ia menjelaskan bahwa selama mengajar Gus Dur dikenal senang mencerminkan pemikirannya yang terbuka dan menghargai otoritas keilmuan.

Menurutnya jejak sejarah ini bukan sekadar cerita masa lalu, namun menjadi simbol kuat persaudaraan lintas iman yang hidup di Kota Malang. Nilai-nilai dialog, keterbukaan, dan saling belajar yang diwariskan Gus Dur diharapkan terus menginspirasi generasi muda. 

"Harapannya juga semua bisa mengetahui bahwa beliau pernah bersama-sama di Kantor Majelis Agung GKJW ini. Kami napak tilas terhadap para pendahulu kami yang sudah menjalin persaudaraan, menjalin relasi yang baik, sehingga generasi pada saat ini bisa meneruskan, melestarikan persaudaraan ini," Pendeta Natanael mengakhiri. (*)

Baca Sebelumnya

Mario Aji Start Posisi 9 Moto2 GP Thailand, Ini Hasil Lengkap Kualifikasi di Sirkuit Buriram

Baca Selanjutnya

Kedapatan Bawa Sabu 1 Kilogram Lebih, Warga Dharmasraya Ditangkap Polisi di Labuhanbatu

Tags:

Balewiyata GKJW Malang Balewiyata Majelis Agung GKJW Malang Gus Dur Abdurrahman Wahid Kota Malang Toleransi

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

19 April 2026 11:12

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

18 April 2026 18:16

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

18 April 2026 17:12

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

18 April 2026 15:52

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

17 April 2026 20:48

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Inovasi Humanis! Lapas Perempuan Malang Sajikan Sensasi Makan Ala Pujasera untuk Warga Binaan

17 April 2026 19:10

Inovasi Humanis! Lapas Perempuan Malang Sajikan Sensasi Makan Ala Pujasera untuk Warga Binaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend