Istri di Pacitan Gugat Cerai Suaminya Gara-Gara Bokek Kecanduan Judi Online

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

20 Mei 2024 07:54

Thumbnail Istri di Pacitan Gugat Cerai Suaminya Gara-Gara Bokek Kecanduan Judi Online
Kantor PA Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Ratusan istri di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menggugat cerai suaminya di Pengadilan Agama (PA) Pacitan.

Penyebab gugatan cerai ini didominasi faktor ekonomi. Para suami disebut mengalami kesulitan keuangan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Menurut data dari Pengadilan Agama (PA) Pacitan, sejak Januari hingga April 2024, tercatat ada 291 perkara cerai yang sudah diputus. Humas PA Pacitan, Nur Habibah membeberkan rinciannya.

"Ada cerai gugat yang masuk sebanyak 309, cerai gugat dikabulkan ada 233, dicabut 7, ditolak 2, dan yang tidak dapat diterima 1. Sedangkan, untuk cerai talak masuk sebanyak 98, yang dikabulkan ada 58, cerai talak dicabut 3 dan ditolak 1," bebernya, menurut catatan di Peta Monitoring Perkara PA Pacitan, Senin (20/5/2024).

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Dari jumlah tersebut, mayoritas di antaranya merupakan cerai gugat yang diajukan pihak istri. Nur Habibah menduga, tren cerai gugat di Pacitan bakal masih terus berlanjut, selama faktor masalah ekonomi belum terurai.

"Memang benar, selama beberapa waktu terakhir ini, jumlah perkara cerai gugat di PA Pacitan dipicu ekonomi. Mayoritas diajukan oleh pihak istri," ujar Nur Habibah.

Nur Habibah menjelaskan, kondisi ekonomi yang sulit akibat perilaku suami doyan judi online dan kenaikan harga kebutuhan pokok, menjadi salah satu faktor utama pemicu perselisihan rumah tangga.

Suami yang mengalami kesulitan keuangan sering kali merasa tertekan dan frustrasi, sehingga mudah terjadi percekcokan dengan pasangan.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

"Suami yang tidak mampu memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya, memicu pertengkaran dan keretakan dalam rumah tangga. Akhirnya, banyak istri yang memilih untuk menggugat cerai sebagai jalan keluar," jelas Nur Habibah.

Selain faktor ekonomi, beberapa faktor lain yang turut menjadi penyebab perceraian di Pacitan adalah perselingkuhan, dan kurangnya komunikasi antar pasangan.

Meskipun suasana keruh, PA Pacitan tetap berusaha untuk mendamaikan para pasangan suami istri sebelum perceraian diputuskan.

Mediasi dan konseling menjadi upaya yang dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah rumah tangga dan menyelamatkan pernikahan.

"Kami selalu berupaya untuk mendamaikan para pasangan agar pernikahan mereka bisa diselamatkan. Namun, jika memang sudah tidak ada jalan keluar lagi, barulah perceraian diizinkan," ujar Nur Habibah.

Nur Habibah berharap masyarakat, khususnya pasangan suami istri di Pacitan, dapat meningkatkan komunikasi dan saling pengertian dalam menghadapi berbagai permasalahan rumah tangga.

"Konsultasi dengan psikolog atau lembaga terkait juga dapat dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah dan memperkuat ketahanan pernikahan," tandas Nur Habibah. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Karna Suwandi Lepas 863 Jemaah Haji Situbondo ke Arab Saudi

Baca Selanjutnya

Breaking News: Iran Pastikan Presiden Ebrahim Raisi Meninggal Kecelakaan

Tags:

Perceraian di Pacitan pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar