KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang menyiapkan implementasi bantuan sosial (bansos) digital. Kesiapan infrastruktur pun diperkuat, mengingat Bansos digital terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). 

Kepala Diskominfo Kota Malang, Nur Widianto menjelaskan saat ini optimalisasi perekaman IKD terus digenjot. Diskominfo bekerja sama dengan Dispendukcapil Kota Malang agar pelayanan IKD masyarakat semakin masif. 

"Kalau sekarang itu prosesnya adalah melakukan optimalisasi perekaman pada IKD, karena nanti pintu masuknya itu," ujarnya, Senin 1 Juni 2026.

Pemerintah Pusat juga telah mengimbau agar pemerintah daerah memastikan warga telah terekam dalam IKD. Terlebih, IKD tak hanya berkaitan dengan perlindungan sosial, namun sebagai akses masuk terhadap layanan. 

"Harapannya ke depan Identitas Kependudukan Digital menjadi pintu masuk untuk akses-akses yang lain, seperti aspek perpajakan, Samsat, perbankan, dan lainnya," lanjutnya. 

Baca Juga:
Kontrak Habis, Valdeci Moreira Resmi Tinggalkan Arema FC

Konsep tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan integrasi data melalui sistem satu data dan single sign-on (SSO). Masyarakat hanya perlu menggunakan satu identitas untuk mengakses berbagai layanan.

Diskominfo Kota Malang sendiri memiliki tanggung jawab untuk sosialisasi terkait pentingnya IKD. Selain itu, memastikan bahwa sistem perekaman IKD tidak terkendala. 

"Kominfo sekarang lebih pada memastikan bahwa di lingkungan kota/kabupaten itu infrastrukturnya memadai untuk melakukan perekaman IKD. Proses perekaman itu kan perlu bandwidth yang kuat, kita intervensi di situ. Kominfo juga melakukan sosialisasi edukasi pentingnya IKD," katanya. (*)

Baca Juga:
Daya Tampung Sekolah Negeri di Kota Malang Minim, DPRD Minta Pemkot Support Sekolah Swasta