KETIK, SITUBONDO – Himpunan Bengkel Situbondo (HBSI) menggelar aksi sosial berupa servis dan ganti oli gratis bagi 38 unit Ambulans Rakyat Situbondo, Senin, 14 September 2026.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati hari jadi HBSI ke-2.
Servis gratis puluhan armada pelayanan masyarakat itu berlangsung di halaman belakang Dinas Kesehatan Situbondo.
Kegiatan tersebut disaksikan langsung Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Kepala Dinas Kesehatan Situbondo Dwi Herman Susilo, serta Sekretaris Dinkes Situbondo Rina Widharnani.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah pun memberikan pujian.
Baca Juga:
Beragam Kegiatan Meriahkan Peringatan Harhubnas 2026 di KSOP Kelas IV PanarukanMenurutnya kontribusi HBSI dalam membantu perawatan Ambulans Rakyat sangat membantu pemerintah daerah, terlebih saat Pemkab Situbondo tengah melakukan efisiensi anggaran.
"Kami sangat berterima kasih kepada kawan-kawan komunitas HBSI yang sudah luar biasa mendarmabaktikan bakti sosial servis gratis ini. Di tengah kondisi APBD kita saat ini, maka aksi ini berhasil meminimalisir anggaran. Mulai dari seluruh servis hingga ganti oli, semuanya ditanggung oleh HBSI," jelas Ulfiyah.
Menurut Ulfiyah, HBSI juga memiliki peralatan modern serta montir lokal yang dinilai memiliki kompetensi berskala nasional.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Situbondo untuk menjajaki kerja sama formal dengan HBSI pada masa mendatang.
Baca Juga:
Wabup Situbondo Jamin Stok Pertalite dan Pertamax Aman, Warga Diminta Tak Panik"Karena HBSI dari posisi peralatannya sudah bersaing dan berskala nasional. Maka kami berencana menjalin kerja sama lebih lanjut, tentu akan segera kami sampaikan kepada Mas Bupati. Kalau mereka sudah memiliki kompetensi, maka pemerintah wajib memberikan support," tutur Ulfiyah.
Ketua HBSI Andi Suparno menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya tidak hanya memberikan fasilitas ganti oli gratis yang merupakan hasil kerja sama dengan vendor SPM.
HBSI juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan dengan mengecek 11 item penting pada setiap unit ambulans.
Pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan teknologi diagnostik komputer.
Menurut Andi, penggunaan scan tool memungkinkan teknisi membaca data kendaraan secara lebih detail sehingga pemeriksaan tidak hanya mengandalkan kondisi yang terlihat secara visual.
"Dalam kegiatan service gratis ini, kami melakukan 11 item pengecekan menggunakan teknologi ter-update, kita menggunakan scan tool. Jadi kita membaca data stream semua unit kendaraan dengan detail, by fact, by data. Kami tidak hanya mengecek secara visual, tetapi juga secara diagnosis sehingga semua kondisi kendaraan ketahuan," kata Andi.
Andi mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan pelaku usaha bengkel dan teknisi lokal di Situbondo.
Melalui HBSI, pihaknya ingin membuktikan bahwa teknisi daerah memiliki kemampuan profesional dan dapat bersaing dengan bengkel resmi di kota-kota besar.
"Motivasi kita mendirikan HBSI untuk menunjukkan pada masyarakat luas bahwa Situbondo punya bengkel dan teknisi profesional yang mampu bersaing dengan bengkel resmi, tentunya dengan teknologi dan peralatan yang modern. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke luar kota atau ke kota sebelah untuk melakukan servis berkala. Di Situbondo sendiri sudah sangat mumpuni," tegas Andi.(*)