KETIK, SAMPANG – Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mendorong kemajuan perempuan Indonesia khususnya di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Nilai-nilai perjuangan Kartini dinilai tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam mendorong perempuan agar terus berkarya, mandiri, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tengah perkembangan era digital.
Anggota DPRD Sampang dari Fraksi PKS, Hj Wardatun Toyyibah, menyampaikan bahwa Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan mengingatkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, baik dalam keluarga, pendidikan, ekonomi, maupun kehidupan sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuka banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang. Melalui pemanfaatan teknologi digital, perempuan dapat meningkatkan kapasitas diri, membangun usaha, memperluas jaringan, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Baca Juga:
Peringatan Hari Kartini ke-147, DWP Lebak dan IDI Gaungkan Deteksi Dini Kanker“Semangat Kartini mengajarkan kita untuk terus belajar, berani melangkah, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan di era digital,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Hj. Wardatun Toyyibah menilai, semangat perjuangan Kartini dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan masih sangat relevan hingga saat ini. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan besar, khususnya dalam aspek ekonomi dan perlindungan sosial.
“Perempuan Indonesia saat ini telah menunjukkan kemajuan, terutama di bidang pendidikan. Namun, partisipasi perempuan di dunia kerja masih tertinggal. Selain itu, berbagai tantangan seperti kekerasan dan beban ganda masih menghadang,” katanya.
Politisi perempuan PKS Sampang itu menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan kesetaraan, tetapi juga memperkuat fungsi strategi perempuan dalam keluarga sebagai landasan bangsa.
Baca Juga:
Semangat Kartini di Era Modern: Perempuan Tak Lagi Sekadar Pelengkap di Politik“Ketahanan keluarga merupakan cikal bakal ketahanan nasional. Perempuan sebagai pilar utama keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak. Oleh karena itu, kebijakan negara harus berpihak pada penguatan kapasitas perempuan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, dalam perspektif nilai keislaman, perempuan memiliki kedudukan mulia, terutama sebagai ibu yang berperan penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Lebih lanjut, anggota DPRD Sampang Dapil Kecamatan Robatal dan Kedungdung ini mendorong adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pemberdayaan perempuan tanpa peran penting dalam keluarga.
“Momentum Hari Kartini harus menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia atau membangun Kabupaten Sampang yang tangguh dimulai dari keluarga yang kuat. Ketika keluarga kokoh, bangsa pun akan kuat, dan di situlah peran perempuan menjadi kunci utama,” tutupnya. (*)