Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pemerintah Diminta Lindungi UMKM

Editor: Muhammad Faizin

19 Apr 2026 07:00

Headline

Thumbnail Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pemerintah Diminta Lindungi UMKM
Ilustrasi. Kemasan plastik yang digunakan UMKM saat menjual produknya di Alun-alun Rangkasbitung. (Foto: Abdul Kohar/ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Lonjakan harga bahan baku plastik hingga mencapai 100 persen mulai menekan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kenaikan ini terjadi di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, sehingga memperberat beban usaha.

Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM menghadapi tekanan ganda, yakni biaya produksi yang meningkat dan keterbatasan dalam menaikkan harga jual. Akibatnya, margin keuntungan tergerus signifikan.

Ekonom, Wisnu Setiadi Nugroho, menilai situasi ini menjadi sinyal serius bagi ketahanan UMKM. Ia menegaskan bahwa tanpa langkah adaptasi yang cepat, risiko penurunan produksi hingga penutupan usaha akan semakin besar.

“Kita harus menyadari bahwa UMKM Indonesia sangat bergantung pada plastik mulai dari kemasan makanan hingga kantong belanja,” ungkapnya, Sabtu, 18 April 2026. 

Baca Juga:
Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

Ia menjelaskan, dalam banyak kasus, biaya bahan baku dan kemasan dapat menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi, khususnya di sektor kuliner. Dengan kondisi tersebut, kenaikan harga plastik langsung berdampak pada struktur biaya usaha.

Selain itu, pelaku UMKM menghadapi dilema dalam menentukan harga jual. Jika harga dinaikkan, risiko penurunan daya beli konsumen cukup besar. Sebaliknya, jika harga tetap, pelaku usaha harus menanggung penurunan keuntungan.

Situasi ini juga berpotensi menekan arus kas pelaku usaha. Tidak sedikit UMKM yang terancam menghentikan operasional karena tidak mampu menanggung biaya produksi yang terus meningkat.

“Seringkali, shock ekonomi yang berujung penutupan akan lebih lambat lagi pemulihannya,” jelasnya.

Baca Juga:
Iran Buka Penuh Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Gencatan Senjata

Untuk menyiasati kondisi tersebut, pelaku UMKM didorong untuk mulai melakukan penyesuaian. Salah satunya dengan beralih ke kemasan alternatif berbasis lokal seperti kertas, besek bambu, atau bahan turunan singkong.

Selain itu, pelaku usaha dapat melakukan efisiensi melalui desain ulang kemasan, seperti mengurangi ketebalan plastik tanpa mengorbankan kualitas produk. Inovasi model bisnis juga menjadi opsi, misalnya dengan mendorong konsumen membawa wadah sendiri.

“Cara ini bisa mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai,” ungkapnya.

Di sisi lain, peran pemerintah dinilai krusial dalam menjaga keberlangsungan UMKM. Diperlukan kebijakan yang mampu meringankan beban pelaku usaha, seperti insentif pajak hingga dukungan terhadap penggunaan bahan baku alternatif.

Baca Sebelumnya

KAI Daop 7 Madiun Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal dari Stasiun Kediri, Antisipasi Kepadatan Acara Gus Iqdam

Baca Selanjutnya

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

Tags:

Harga Plastik Naik UMKM terdampak Konflik Timur Tengah Wisnu Setiadi Nugroho ekonomi UMKM kemasan alternatif krisis energi Ekonom

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

19 April 2026 09:40

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

19 April 2026 09:20

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

19 April 2026 09:00

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

19 April 2026 08:40

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

19 April 2026 08:00

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

19 April 2026 07:40

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda