KETIK, MALANG – Masyarakat Kota Malang mulai mengeluhkan kenaikan harga beras beberapa waktu terakhir. Merespon keluhan tersebut, Pemerintah Kota Malang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan Kantor RRI.

Kabid Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Elfiatur Roikhah menjelaskan pada GPM kali ini, pasokan beras sebanyak 5 ton disiapkan untuk masyarakat. Harga yang tertera pun cenderung lebih murah dibandingkan di pasaran.

"Kita gelar GPM sekalian untuk menindaklanjuti fenomena kenaikan harga beras. Kalau beras saja, kami sediakan ada 5 ton, beberapa merek dan ini memang kami subsidi supaya harganya sesuai dengan HET," ujarnya, Kamis, 24 September 2026.

Beras yang tersedia pun hanya berjenis premium yang cenderung mulai susah didapatkan oleh masyarakat. Masyarakat hanya dapat membeli maksimal 2 kantong beras berukuran 5 kilogram, 2 kantong dengan ukuran 10 kilogram, atau 1 kantong beras berukuran 25 kilogram.

Selain beras, Pemkot Malang juga menyediakan beberapa bahan pokok, mulai dari gula, minyak, dan juga telur ayam. Selisih harga bahan pokok yang dijual di GPM dengan di pasaran pun cenderung beragam, mulai Rp1.000 sampai Rp5.000.

Baca Juga:
Kendalikan Populasi, Pemkot Malang Lakukan Kastrasi terhadap 60 Ekor Kucing Jantan

"Minyakita itu kan di pasar juga mulai ketersediaannya berkurang. Selain minyak goreng juga ada merk yang lainnya. Kalau yang lainnya memang di bawah harga pasar tapi khusus beras dan Minyakita kita sesuai dengan HET. Ada telur juga, terigu, gula, ya semua bahan," jelasnya.

Elfi menyebut, di tahun 2026 ini Pemkot Malang telah menyelenggarakan GPM sebanyak lebih dari 40 kali. Pelaksanaan GPM sendiri ditargetkan berlangsung sebanyak 100 kali hingga akhir tahun 2026.

"Biasanya kan kami menggelar di akhir tahun sama menjelang Idulfitri. Nah, cuma ini kami kemarin lagi penyesuaian anggaran. Mungkin dalam bulan ini juga karena menyikapi fenomena harga beras, kami akan percepat juga," ungkapnya.(*)

Baca Juga:
PFI Malang Abadikan 120 Potret Pangan di Jawa Timur dalam Pameran Tanah, Pangan, dan Harapan