KETIK, MALANG – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk terus memperkuat komitmen dalam memajukan kualitas pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., usai memimpin upacara Hardiknas di Helipad UMM, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurut Prof. Nazar, peningkatan mutu pendidikan menjadi fokus utama UMM dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Kampus, kata dia, harus mampu menghadirkan layanan pendidikan terbaik sekaligus menjadi pusat solusi bagi masyarakat.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional ini bagi UMM adalah memperkokoh tekad untuk terus memajukan kualitas pendidikan di UMM. Itu yang paling penting,” ujarnya.
Baca Juga:
Hari Pendidikan Nasional 2026, Mas Heli: Mari Wujudkan Pendidikan yang BerkualitasIa menjelaskan, UMM ke depan diarahkan menjadi Solution Center Excellence, yakni kampus yang memiliki keunggulan dalam pelayanan, inovasi, serta penyelesaian persoalan masyarakat.
Konsep pertama yang dikembangkan adalah service excellence hub, yaitu institusi pendidikan dengan sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan berkualitas dan terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Service excellence hub artinya institusi serta sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan terbaik bagi seluruh stakeholder pendidikan,” katanya.
Selain itu, UMM juga menargetkan diri sebagai solution partner strategis, yang berfokus pada pembinaan talenta muda dan pengembangan inovasi.
Baca Juga:
Soal Penutupan Prodi, Rektor UMM: Pendidikan Tidak Sekadar Link and MatchMenurutnya, perguruan tinggi harus mampu melahirkan generasi unggul yang siap menjawab kebutuhan zaman.
“Kampus itu harus melahirkan kekuatan untuk membentuk talenta-talenta muda, menjadi inkubator untuk melakukan inovasi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, UMM juga diharapkan mampu hadir sebagai institusi yang memberi solusi nyata atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Yang ketiga, tentu memberi solusi terhadap problem-problem yang dihadapi masyarakat, bukan justru menambah problem,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, UMM juga memberikan penghargaan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang meraih prestasi sepanjang tahun.
Salah satu penghargaan diberikan kepada dosen yang berhasil mencatatkan rekor MURI di bidang Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).
Prof. Nazar mengatakan, pemberian penghargaan tersebut merupakan tradisi tahunan UMM sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi kepada sivitas akademika yang berprestasi.
“Pemberian penghargaan adalah tradisi di UMM dalam evaluasi tahunan kami. Tentu ada personal-personal UMM, baik dosen maupun karyawan, yang memiliki prestasi khusus dan memberikan citra positif sesuai semangat solution center excellence,” pungkasnya.(*)