KETIK, PACITAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan tali asih senilai total Rp11,499 miliar kepada masyarakat Kabupaten Pacitan.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan sosial, membantu kelompok rentan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan pada pekan sebelumnya. Berdasarkan rekapitulasi alokasi tahun 2026, total dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Pacitan mencapai Rp11.499.873.916.

Bantuan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pertanian, perikanan, perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), hingga pembangunan infrastruktur dan bantuan keuangan desa.

Khofifah mengatakan, penyaluran bantuan tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang bagi penerima untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

Baca Juga:
Hujan Mulai Turun di Malang, Modifikasi Cuaca dan Water Bombing TPA Supit Urang Tetap Dilanjutkan

“Kami ingin bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membuka kesempatan untuk tumbuh lebih mandiri. Ada kebutuhan dasar yang harus kita bantu penuhi, ada pendidikan anak-anak yang perlu kita dukung, dan ada usaha masyarakat yang perlu terus kita kuatkan,” ujar Khofifah.

Salah satu alokasi terbesar disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dengan total Rp3,842 miliar. Anggaran tersebut mencakup Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) bagi 1.314 keluarga senilai Rp2,628 miliar atau Rp2 juta per keluarga per tahun.

Selain itu, bantuan sosial untuk penanganan kemiskinan ekstrem diberikan kepada 168 penerima dengan total Rp252 juta. Bantuan langsung tunai juga dialokasikan kepada 14 buruh pabrik rokok senilai Rp14 juta.

Dukungan perlindungan sosial turut diberikan kepada 105 penyandang disabilitas dengan anggaran Rp378 juta. Sementara itu, Program KIP Putri Jawara dialokasikan bagi 97 penerima senilai Rp291 juta dan KIP PPKS Jawara bagi lima penerima dengan total Rp15 juta.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Pastikan TKA SMKN 8 Malang Lancar, Minta Genset Disiapkan untuk Antisipasi Blackout!

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengalokasikan biaya operasional dan tali asih sebesar Rp264,8 juta untuk 120 pilar sosial. Penerimanya meliputi sumber daya manusia PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Khofifah mengapresiasi para pilar sosial yang selama ini mendampingi masyarakat, terutama dalam mengenali kebutuhan warga dan memastikan pelayanan sosial menjangkau penerima yang membutuhkan.

“Terima kasih kepada seluruh pilar sosial yang terus hadir mendampingi masyarakat. Panjenengan semua memiliki peran penting untuk membantu memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai,” tuturnya.

Dukungan bagi masyarakat Pacitan juga disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur dengan total Rp291,5 juta. Dari jumlah tersebut, Rp236,5 juta dialokasikan untuk penyaluran di Pendopo Kabupaten Pacitan, sedangkan Rp55 juta diperuntukkan bagi penerima di pesantren.

Bantuan yang disalurkan di pendopo meliputi bantuan tunai bagi 10 fakir senilai Rp5 juta, bantuan khitanan massal untuk 100 anak sebesar Rp25 juta, serta santunan dan perlengkapan sekolah bagi 20 anak yatim senilai Rp5 juta.

Selain itu, terdapat bantuan paket gizi untuk pencegahan stunting bagi 100 penerima senilai Rp30 juta dan zakat produktif bagi 50 penerima dengan total Rp25 juta.

Pada sektor perumahan dan pemberdayaan ekonomi keluarga, bantuan bedah rumah dialokasikan kepada lima penerima dengan total Rp100 juta. Pemerintah juga memberikan bantuan alat usaha berupa rombong kepada lima penerima senilai Rp17,5 juta.

Di bidang pendidikan, BAZNAS Jawa Timur menyalurkan beasiswa SKSS bagi tujuh mahasiswa senilai Rp14 juta serta bantuan tas dan alat tulis bagi 100 anak sebesar Rp15 juta.

Adapun bantuan untuk penerima di pesantren meliputi zakat produktif bagi 50 penerima senilai Rp25 juta, bantuan biaya pendidikan bagi 10 santri sebesar Rp10 juta, serta beasiswa SKSS Ma’had Ali bagi 10 penerima dengan total Rp20 juta.

Sementara itu, melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, pemerintah mengalokasikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi 10 penerima. Masing-masing penerima mendapatkan Rp25 juta sehingga total anggaran mencapai Rp250 juta.

Khofifah menegaskan, dukungan terhadap pendidikan, pemenuhan gizi, dan kelayakan tempat tinggal merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Bantuan usaha juga diharapkan dapat membantu keluarga memperkuat pendapatan.

“Pendidikan anak-anak harus terus kita jaga, kebutuhan gizinya kita perhatikan, dan keluarga kita dukung agar memiliki tempat tinggal yang layak. Melalui bantuan usaha, kami juga berharap masyarakat semakin bersemangat mengembangkan kegiatan ekonomi yang dapat menopang kebutuhan keluarganya,” ungkapnya.

Pemberdayaan ekonomi turut didukung melalui BUMD Provinsi Jawa Timur. Pada sektor ini, dialokasikan zakat produktif sebesar Rp50 juta bagi 100 penerima, masing-masing memperoleh Rp500 ribu.

Di sektor pemberdayaan desa, alokasi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur mencapai Rp115 juta. Anggaran tersebut terdiri atas program Desa Berdaya sebesar Rp100 juta untuk satu desa dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kabupaten/kota sebesar Rp15 juta.

Selain itu, bantuan keuangan desa dialokasikan sebesar Rp5,325 miliar. Rinciannya, Rp250 juta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk satu desa, Rp1,525 miliar melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya untuk sembilan desa, serta Rp3,55 miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk 14 desa.

Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pemerintah menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian senilai Rp450 juta melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Bantuan tersebut terdiri atas empat unit alat pemipil jagung, empat unit alat perontok hasil panen, satu unit motor roda tiga, satu unit traktor tangan rotari, serta satu unit mesin tanam padi.

Pada sektor perikanan, alokasi bantuan pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan mencapai Rp475,57 juta.

Bantuan tersebut mencakup 60 jaring ikan untuk tiga kelompok usaha bersama senilai Rp169,31 juta, empat mesin tempel kapal berkapasitas 15 PK bagi empat kelompok usaha bersama senilai Rp196,53 juta, bantuan budidaya ikan lele sebesar Rp54,81 juta, serta bantuan budidaya ikan nila senilai Rp54,90 juta.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengalokasikan Rp700 juta melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk mendukung program pembinaan jalan kabupaten.

Menurut Khofifah, berbagai bantuan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah dan seluruh pihak terkait agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Perlindungan sosial, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi, pelayanan dasar, dan pembangunan desa.

“Kami mengajak seluruh pihak terus memperkuat sinergi dan pendampingan. Semoga setiap bantuan dapat dimanfaatkan dengan baik, membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, serta menjadi penguat semangat untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji turut menyampaikan apresiasi kepada Khofifah dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas berbagai program bantuan yang diberikan kepada masyarakat Pacitan.

Ia menilai, kunjungan Gubernur Jawa Timur juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi daerah. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pelaku usaha penginapan, tingkat keterisian penginapan di Pacitan meningkat hingga penuh selama dua hari terakhir.

“Matur nuwun, terima kasih sudah diselenggarakan di Pacitan. Seperti yang saya sampaikan kepada Ibu Gubernur, untuk mengangkat Pacitan agar lebih maju lagi sebenarnya sederhana, kalau Ibu sering-sering ke Pacitan, selesai semuanya,” ujarnya.

Indrata juga menyampaikan terima kasih atas berbagai program bantuan yang dibawa Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong kemajuan daerah.

“Kami juga mendapat kabar dari pelaku usaha penginapan, alhamdulillah penuh di Pacitan selama dua hari terakhir. Maturnuwun Ibu Gubernur Khofifah dan seluruh jajaran. Program yang dibawa beliau juga banyak sekali. Kami mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya kepada Ibu Gubernur,” tegasnya.

Ia berpesan kepada seluruh penerima manfaat agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan.

“Pesan saya kepada seluruh penerima manfaat, agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sekali lagi maturnuwun. Semoga ikhtiar dan pengabdian Ibu Gubernur serta kita semua senantiasa mendapatkan petunjuk, rida, dan pertolongan Allah SWT,” tandasnya.

Manfaat bantuan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat penerima. Sobikin (77), salah seorang penerima PKH Plus di Kabupaten Pacitan, mengaku bantuan yang diterimanya sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan membiayai pendidikan anak.

“Alhamdulillah, saya dapat bantuan PKH Plus dan sangat membantu sekali bagi saya dan keluarga. Bantuan ini untuk mencukupi kebutuhan pokok dan biaya sekolah anak. Terima kasih Bu Khofifah atas bantuannya untuk masyarakat. Semoga bisa berlanjut, mudah-mudahan Bu Khofifah diberikan kesehatan dan panjang umur,” tutur Sobikin.

Manfaat serupa dirasakan keluarga penerima bantuan sosial kemiskinan ekstrem. Sri Wahyuni, anak dari salah seorang penerima bantuan yang tinggal di Desa Menadi, Kecamatan Pacitan, mengatakan bantuan tersebut membantu keluarganya memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi modal untuk mengembangkan usaha kecil di rumah.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat karena bisa untuk modal warung dan jualan di depan rumah, serta memenuhi kebutuhan keluarga. Terima kasih Bu Khofifah. Semoga Ibu sehat, sukses, lancar, dan dapat terus membantu masyarakat,” ungkap Sri Wahyuni. (*)