Hujan Mulai Turun di Malang, Modifikasi Cuaca dan Water Bombing TPA Supit Urang Tetap Dilanjutkan

26 Oktober 2026 18:57 26 Okt 2026 18:57

Lutfia Indah, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hujan Mulai Turun di Malang, Modifikasi Cuaca dan Water Bombing TPA Supit Urang Tetap Dilanjutkan

Water bombing yang dikerahkan untuk memadamkan api di TPA Supit Urang pada Senin 26 Oktober 2026. (Foto: Satpol PP Kota Malang)

KETIK, MALANG – Hujan intensitas sedang mulai mengguyur beberapa wilayah di Kota Malang, Senin 26 Oktober 2026. Kendati demikian, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan modifikasi cuaca dan water bombing terus berlanjut untuk mengatasi kebakaran di wilayah Malang Raya, salah satunya TPA Supit Urang.

Sebelumnya Gubernur Khofifah menjelaskan saat ini kebakaran di TPA Supit Urang telah meluas hingga sekitar 15,5 hektare. Water bombing telah dikerahkan mulai hari Minggu kemarin dan berlanjut hingga Senin ini.

"Water bombing kemarin juga sudah dilakukan, hari ini juga saya update sudah dilakukan kembali droping air melalui helikopter. Alhamdulilillah sudah ada hujan, kalau untuk TPA Supit Urang kita tidak tahu dalamnya," ujar Khofifah.

Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus berjalan. Khofifah mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang turun kemarin merupakan hasil dari OMC. Modifikasi cuaca baru dapat dilakukan apabila BMKG mendapatkan sinyal pergerakan awan di suatu wilayah.

"Biasanya kita dapat hujan ringan sampai sedang, terus jalan selagi ada sinyal dari BMKG. Kita tidak bisa melakukan OMC kalau tidak ada sinyal dari BMKG bahwa ada awan bergerak. Nah awannya bergerak di mana, itu yang akan dilakukan OMC," katanya.

Melalui upaya yang telah dilakukan, ia berharap kebakaran di TPA Supit Urang dapat segera padam total. Hingga saat ini petugas masih melakukan upaya pembasahan khususnya pada titik panas (hotspot) yang mengeluarkan asap.

"Kalau ada asap itu harus dilakukan mitigasi, khawatirnya di tumpukan sampah dalam masih ada sekam atau bara. Maka dilakukan water bombing, kalau menggunakan pipa khawatir nanti ada bara akan ambles," sebutnya.

Khofifah juga berpesan agar semua petugas dan relawan dapat berhati-hati dalam menjalankan tugas. Menurutnya, tak hanya keberhasilan dalam memadamkan api, namun keselamatan petugas juga tetap menjadi prioritas.

"Bagi semua relawan, saya rasa mereka harus penuh kehati-hatian, keselamatan dan keamanan para relawan harus kita prioritaskan. Mudah-mudahan kalau hujannya cukup insyaallah hotspot ada di titik tertentu cepat padam," tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

water bombing Operasi Modifikasi Cuaca OMC TPA Supit Urang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Berita Kota Malang