KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Dusun Tambak Sumber, Desa Tambakrejo pada Kamis malam, 25 Juni 2026. 

Bertempat di Mushola Anwarul Jannah, masyarakat setempat berkumpul bersama untuk memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah sekaligus menggelar aksi sosial santunan anak yatim.

Acara religius ini dihadiri oleh segenap jajaran Forkopimcam Kecamatan Sumbergempol, termasuk Camat Sumbergempol, Heru Junianto, S.STP., M.M., Kapolsek, dan Danramil. Turut hadir pula Kepala Desa Tambakrejo, Widayat, beserta seluruh jajaran perangkat desa, Lembaga Desa, Ketua Ranting NU beserta banom-banomnya, jamaah Yasin Tahlil setempat, serta para tokoh dan warga masyarakat Desa Tambakrejo.

Kehadiran umara, ulama, dan masyarakat ini menjadi simbol kuatnya sinergi dan kebersamaan di wilayah tersebut.

Salah satu momen paling menyentuh dalam kegiatan ini adalah penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Berkat gotong-royong dan tingginya kepedulian sosial warga, dana yang berhasil terkumpul mencapai Rp73.480.000. 

Baca Juga:
Momen 10 Muharram, IKAMA Perkuat Semangat Berbagi Lewat Santunan Anak Yatim

Seluruh dana tersebut disalurkan secara langsung kepada 22 anak yatim di Desa Tambakrejo. Setiap yatim masing-masing mendapatkan Rp3.340.000, dengan harapan dapat membantu keberlangsungan hidup dan memotivasi mereka dalam meraih masa depan yang cerah.

Mengawali sambutan dalam acara tersebut, Camat Sumbergempol, Heru Junianto, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan warga masyarakat Desa Tambakrejo atas terselenggaranya kegiatan mulia ini. 

Ia menyampaikan rasa bangganya melihat kekompakan warga dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus merawat kepedulian sosial melalui santunan anak yatim.

"Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi sarana refleksi spiritual di tahun yang baru, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian antarsesama masih hidup subur di tengah masyarakat kita," ujar Heru Junianto dalam sambutannya.

Baca Juga:
Tradisi Tahunan Sambut Muharam, Pemdes Mejasem Pekalongan Kembali Santuni 13 Anak Yatim

Dia juga berpesan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para orang tua atau pendamping untuk mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak-anak yatim.

Selain itu, Camat Heru juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan, kewaspadaan, dan situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan masing-masing.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh penceramah kondang, K.H. Soim Alkasi, dai kondang asal wilayah Gondang Kabupaten Tulungagung. 

Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1448 H sebagai ajang berhijrah menuju pribadi yang lebih baik, meningkatkan ketakwaan, serta terus menggalakkan amalan-amalan sosial seperti menyayangi dan menyantuni anak yatim.

Tausiyah KH. Soim Al Kasi, M.Pd.I, soal Pentingnya Keyakinan dan Keutamaan Muharram

Puncak acara peringatan diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh penceramah kondang, K.H. Soim Al Kasi. Beliau menekankan betapa besarnya keutamaan menyayangi anak yatim. 

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, orang yang memelihara dan menyantuni anak yatim akan memiliki kedekatan yang sangat erat dengan beliau di surga nanti, diibaratkan seperti jarak antara dua jari yang tidak pernah terpisahkan.

"Mugo-mugo awake dewe suk dipun tuntut dening Kanjeng Nabi (Semoga kita semua kelak dituntun oleh Baginda Nabi)," doa KH. Soim Al Kasi yang diamini oleh seluruh jamaah.

Dia juga memotivasi anak-anak yatim yang hadir agar selalu optimis dan yakin akan masa depan mereka. Beliau menegaskan bahwa orang-orang yang gemar bersedekah dan menyantuni anak yatim akan dilipatgandakan nikmat dan rezekinya oleh Allah SWT. 

Oleh karena itu, modal utama dalam hidup adalah keyakinan yang kuat (ilmu yakin) kepada takdir dan ketetapan-Nya.

Dalam ceramahnya yang diselingi humor segar khasnya, KH. Soim Al Kasi mengingatkan bahwa bulan Muharram adalah awal dari perhitungan tahun yang baru. Beliau mengutip pesan Rasulullah SAW:

Peringatan Hari Besar Islam ini ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh warga Desa Tambakrejo dan wilayah Sumbergempol pada umumnya.(*)