KETIK, MALANG – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (FAI Unisma) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) XII PGMI Indonesia pada 25 Juni 2026.
Mukernas tersebut untuk menekankan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan MI.
Penyambutan peserta Mukernas dilakukan dalam Gala Dinner dan Sharing Session yang mengusung tema 'Sinergitas Perguruan Tinggi dan Pemerintah dalam Membangun SDM Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing melalui Implementasi Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar.'
Rektor Unisma, Prof Junaidi menyampaikan jejaring kerja sama pengelola Prodi PGMI di setiap daerah harus terjalin kuat. Unisma semdiri didapuk sebagai tuan rumah MUKERNAS XII PGMI Indonesia Tahun 2026.
"Kita berharap agar pelaksanaan Mukernas tidak hanya menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembanban Prodi PGMI. Namun juga berdampak positif bagi Kota Malang," ujarnya.
Baca Juga:
Momentum Hari Asyura, UNISMA Gelar Santunan untuk 1.500 Anak Yatim/Piatu dan DhuafaMukernas tersebut juga mendapatkan apresiasi daei Pemkot Malang. Dukungan dan sambutan hangat pun tersampaikan kepada setiap peserta Mukernas.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan sebagai kota pendidikan di Indonesia, ekosistem perguruan tinggi di Kota Malang cukup berkembang pesat.
"Potensi Kota Malang di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan budaya sebagai bagian dari upaya memperkenalkan identitas kota kepada para tamu dari berbagai daerah," ujarnya.
Menurut Wahyu Mukernas ini menjadi upaya mempererat kolaborasi antar pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung kualitas pendidikan di Indonesia.
Baca Juga:
Sukses Dukung SDGs, Unisma Melesat di Peringkat Dunia THE Sustainability ImpactSharing Session juga dilakukan dengan menghadirkan Rektor Unisma, Ketua Kopertais Wilayah IV Jawa Timur sekaligus Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, serta Ketua STIA Al-Hikam Malang.
Ketiga narasumber membahas pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam membangun SDM unggul, inovatif, dan berdaya saing melalui implementasi Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025.
Para peserta turut berbagi pengalaman implementasi kebijakan di setiap institusi. Berbagai strategi dalam upaha memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah pun ikut dibahaa guna menjawab tantangan pendidikan di masa depan. (*)