KETIK, MALANG – Pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang ramai memberi dukungan terhadap program Prabowo Subianto. Dukungan diberikan usai muncul gelombang kritik dari mahasiswa.
Koordinator Apel Akbar, Gandung Panjalu menjelaskan agenda dilakukan akibat keresahan petani, UMKM, peternak, pedagang sayur yang terkena imbas oleh eskalasi politik. Khususnya setelah menguatnya opini publik yang cenderung negatif terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Prabowo Subianto.
"Oleh karena itu, kami bersama tokoh-tokoh di Malang Raya, mengagendakan kegiatan yang menggaungkan energi positif agar program MBG ini bisa berjalan dengan dukungan masyarakat, dan target capaian penerima manfaat bisa meningkat sampai 82 juta seperti instruksi dari Pak Presiden Prabowo," ujarnya, Sabtu 20 Juni 2026.
Salah Satu Penggagas Apel Akbar, Raden Djoni Sudjatmoko menjelaskan Prabowo berusaha agar sumber daya alam dikelola dengan baik. Efek keracunan MBG pun dinilai telah diminimalisir dengan menyelesaikan permasalahan higienitas dapur.
"Efek awal adanya keracunan sudah diminimalisir, kemudian perbaikan-perbaikan masalah higienis juga sudah terus dilaksanakan sehingga di lapangan itu sudah minim sekali kesalahan dari SPPG-nya. Tetapi justru dituntut untuk bubar," ujar Djoni.
Baca Juga:
Dugaan Anggota DPRD Kota Malang Punya SPPG, Akademisi UIN Malang: Tak Etis dan Rawan MelanggarIa mengklaim bahwa 99 persen sekolah-sekolah setuju dengan program tersebut. Ia menyayangkan banyak mahasiswa yang menolak program tersebut.
"Tapi di lapangan, ini kan berjalan sudah sangat baik. Terus kenapa kok tuntutannya dihentikan. Ternyata banyak buzzer-buzzer di sana. Oleh karena itu, kami tunjukkan, yang tadinya kami diam, kami tunjukkan bahwa MBG yang menyukai lebih banyak lagi," katanya.
Saat disinggung terkait kasus terkait permasalahan anggaran di pemerintah pusat, ia mengaku tidak menahu. Justru menurutnya sistem di setiap SPPG kini telah lebih baik dari sebelumnya.
"Kalau dengan sistem ini, saya melihat ada SPPG yang macam-macam, itu saya bisa langsung tahu. Artinya sistem ini sudah sangat bagus. Ada maker approver, sistem pengawasan, ada aslap, ada akuntan, ada ahli gizi. Ini luar biasa," ujarnya.
Baca Juga:
Hadir di Apel Akbar MBG Malang, Politisi Gerindra Bantah Gelar Aksi Tandingan untuk Jegal MahasiswaTak hanya baik, menurutnya, pelaksanaan MBG di Kota Malang bahkan telah nihil kesalahan. Pengawasan di tingkat daerah pun telah dimaksimalkan.
"Sistem ini sudah berjalan dengan sangat baik. Boleh dibilang zero kesalahan kalau di bawah, yang sudah jalan. Kecuali yang jauh dari pengawasan di daerah terpencil, itu memang harus lebih diciptakan sistem pengawasan," pungkasnya. (*)