KETIK, MALANG – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) resmi melantik dan mengesahkan 20 dokter spesialis di Ruang Auditorium Lantai 6 Gedung Pendidikan Bersama (GPP) FK UB pada Jumat, 31 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan ini meluluskan 20 peserta yang resmi menyandang gelar dokter spesialis, setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan sesuai dengan ketentuan akademik dan profesi yang berlaku.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si. Med, Sp.A(K) memimpin prosesi pengesahan.
Prosesi ini menjadi tanda berakhirnya tahapan penting dalam perjalanan pendidikan para dokter spesialis dan menjadi langkah awal dalam mengimplementasikan segala kompetensi yang telah didapatkan selama masa pendidikan untuk diberikan kepada masyarakat.
Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp. B Subsp., turut hadir dan memberikan sambutan.
Baca Juga:
Ketahanan Pangan Tak Cukup Soal Produksi, FBiPK UB Soroti Kesejahteraan PetaniKehadiran pimpinan rumah sakit pendidikan tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara proses pendidikan dokter spesialis dan kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya dalam membentuk tenaga medis yang berkompetensi dan siap secara profesional.
Pelantikan dokter spesialis bukan hanya sekadar sebuah perayaan momentum akademik, namun lebih mendalam lagi dalam mencerminkan kesinambungan antara pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kedokteran.
Dengan dilantiknya 20 dokter spesialis, mereka diharapkan bisa menerapkan semua ilmu yang dimiliki secara bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi serta kebutuhan masyarakat.
Selain itu, kehadiran 20 dokter spesialis baru ini juga menjadi bagian dari kontribusi FK UB dalam mendukung penguatan sumber daya manusia sehat.
Baca Juga:
Bikin Panik! Piton 2 Meter Masuk Rumah Warga Lowokdoro, Damkar Kota Malang Gercep EvakuasiLulusan pendidikan dokter spesialis diharapkan dapat berperan aktif dalam pelayanan klinis sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan, pendidikan kedokteran, penelitian, dan peningkatan mutu pelayanan.
Melalui pelantikan ini, FK UB menegaskan komitmennya dalam memberikan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kompetensi, profesionalisme, dan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, penguatan pendidikan spesialis juga menjadi bagian penting dari Tridharma Perguruan Tinggi dan bentuk kontribusi FK UB terdapat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu kedokteran secara berkelanjutan.(*)