FGD di Sumenep Jadi Panggung Kebangkitan Industri Rokok Lokal Madura

Jurnalis: Fery Purnomo
Editor: Mustopa

17 Jul 2025 20:29

Thumbnail FGD di Sumenep Jadi Panggung Kebangkitan Industri Rokok Lokal Madura
Bea Cukai Madura, Wakil Bupati Sumenep, serta jajaran Paguyuban Perusahaan Rokok Lokal dan penasihatnya berfoto bersama usai prosesi penyerahan penghargaan di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis 17 Juli 2025. (Foto: Fery/Ketik )

KETIK, SUMENEP – Industri rokok lokal Madura kembali menyuarakan eksistensinya. Ratusan pemilik Perusahaan Rokok (PR) lokal tumpah ruah menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan Perusahaan Rokok Kabupaten Sumenep yang digelar pada Kamis, 17 Juli 2025.

Acara ini menjadi momentum langka sekaligus strategis bagi pelaku industri rokok skala kecil dan menengah di Madura. Mereka menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemangku kebijakan, demi mempertegas posisi mereka sebagai penggerak ekonomi akar rumput yang selama ini kerap terabaikan di level nasional.

“Kami bukan anti aturan. Justru kami ingin patuh. Tapi selama ini yang kami butuhkan adalah pendampingan, bukan semata-mata pengawasan,” ujar Iskandar, pemilik PR Djava dari PT Empat Sekawan Mulya.

Menurutnya, forum seperti FGD ini penting sebagai ruang dialog agar pelaku industri bisa berkembang secara legal tanpa mengorbankan kearifan lokal. Ia berharap ada pola pembinaan yang membuat perusahaan rokok lokal bisa tumbuh sehat di tengah tantangan regulasi.

Baca Juga:
Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

Hal senada disampaikan Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep, Shofwan Wahyudi. Ia menegaskan bahwa industri rokok lokal bukan sekadar urusan dagang, tapi simbol nyata dari ekonomi komunitas yang tangguh.

“Di Madura ini, garam dan rokok itu seperti nadi ekonomi. Di balik kemasan rokok rumahan, ada petani, buruh linting, hingga sopir distribusi yang hidup darinya. Ini bukan hanya bisnis, ini soal ketahanan ekonomi desa,” tegasnya.

Ia menyebut, peningkatan kesadaran hukum para pengusaha lokal telah berdampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang terus naik dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, FGD kali ini juga menjadi ruang evaluasi atas stabilitas harga tembakau Madura. Menurut Shofwan, sejak perusahaan lokal mulai dibina dan mendapat akses bahan baku secara setara, harga tembakau pun lebih terkendali.

Baca Juga:
Bau Limbah Kotoran Ayam Dikeluhkan Warga Bunten Barat Sampang, Diduga Milik Andi

“Dulu harga bisa jatuh sesuka angin. Sekarang, perusahaan lokal sudah siap menyerap panen dengan harga yang wajar. Ini hasil dari kekompakan dan semangat saling menguatkan antar pelaku usaha,” paparnya.

Sementara itu, Penasehat Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep, Haji Mukmin, menggarisbawahi pentingnya peran negara melalui instansi seperti Bea Cukai. Namun, ia berharap pendekatannya bukan represif, melainkan edukatif.

“Kami butuh Bea Cukai hadir sebagai pembina. Karena kami ingin tumbuh legal, bukan ilegal. Tujuan kami jelas: sejahtera bersama lewat jalur yang benar,” ungkapnya.

Mukmin juga menyoroti pentingnya narasi publik terhadap industri rokok lokal. Menurutnya, media punya peran strategis untuk menghadirkan sudut pandang yang adil dan berimbang.

“Selama ini kami sering dinilai negatif. Padahal kontribusi kami riil. Kalau media bisa ikut mengangkat cerita positif, maka kepercayaan publik dan pemerintah juga akan ikut naik,” tambahnya.

Melalui sinergi dengan Forum Pimpinan Asosiasi Media Sumenep, Mukmin menilai bahwa FGD ini bukan akhir, melainkan langkah awal menuju tata kelola industri tembakau lokal yang inklusif dan berbasis kearifan lokal.

“Kalau pelaku usaha, pemerintah, dan media duduk setara, maka akan lahir kebijakan yang lebih berpihak dan berkeadilan. Harapannya, ke depan muncul peta jalan yang kokoh bagi industri rokoktutupny legal, kuat, dan berdampak langsung ke desa,” tandasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Pembongkaran Kanopi Pasar Srimangunan, Diskopindag Sampang: Itu Urusan Dishub

Baca Selanjutnya

Akhirnya Media Paling Berpengaruh di Dunia New York Times Akui Genosida Gaza oleh Israel

Tags:

Industri Rokok Madura Sumenep madura Jawa Timur Madura Madura

Berita lainnya oleh Fery Purnomo

Muhammad Romli Jadi Plt Dirut PT Sumekar, Pemkab Sumenep Tegaskan Penunjukan Sesuai Aturan

3 April 2026 20:33

Muhammad Romli Jadi Plt Dirut PT Sumekar, Pemkab Sumenep Tegaskan Penunjukan Sesuai Aturan

Pramuka UPI Sumenep Sabet Juara Poster dan Videografi di KPPGRI Jatim 2026

1 April 2026 22:42

Pramuka UPI Sumenep Sabet Juara Poster dan Videografi di KPPGRI Jatim 2026

Transformasi Pola Pikir: Romli Sumenep Dorong Lulusan Teknik UTM Jadi Motor Ekonomi Kreatif

1 April 2026 15:38

Transformasi Pola Pikir: Romli Sumenep Dorong Lulusan Teknik UTM Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Keren! Film Karya Siswa SMKN 1 Sumenep Mejeng di Bioskop, Kini Resmi Gandeng Mall UMKM

1 April 2026 15:28

Keren! Film Karya Siswa SMKN 1 Sumenep Mejeng di Bioskop, Kini Resmi Gandeng Mall UMKM

Ribuan Warga Kepulauan Nikmati Mudik Gratis KMP DBS III Fasilitasi Pemkab Sumenep

18 Maret 2026 14:47

Ribuan Warga Kepulauan Nikmati Mudik Gratis KMP DBS III Fasilitasi Pemkab Sumenep

Relawan Pramuka Sumenep Turun Tangan Layani Pemudik, Wujud Nyata Pengabdian di Momentum Lebaran

13 Maret 2026 19:41

Relawan Pramuka Sumenep Turun Tangan Layani Pemudik, Wujud Nyata Pengabdian di Momentum Lebaran

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar