KETIK, LUMAJANG – Fenomena embun es yang muncul di kawasan Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan pendaki. Suhu dingin yang menyelimuti kawasan pegunungan tidak menyurutkan minat pengunjung untuk menikmati pengalaman langka tersebut.

Salah satunya dirasakan Tata, wisatawan asal Jakarta yang memilih mendaki Semeru setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.

Perempuan 18 tahun tersebut mengaku momentum libur usai kelulusan dimanfaatkan untuk mewujudkan keinginannya yang sudah lama tertunda.

“Saya ke Semeru karena baru lulus SMA. Mumpung libur, pengen ke Semeru. Sudah lama ingin ke sini, apalagi hampir tiap waktu lihat Semeru lewat FYP,” ujarnya.

Selain ingin menikmati suasana pegunungan, Tata mengaku penasaran dengan fenomena embun es yang belakangan muncul di kawasan Gunung Semeru, termasuk Ranu Kumbolo.

Baca Juga:
Fenomena Bediding di Ranu Pani Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata, Pedagang dan Porter Semeru Tetap Kebanjiran Aktivitas

Menurutnya, musim dingin bukan menjadi penghalang selama persiapan dilakukan dengan baik.

“Kalau musim dingin nggak apa-apa. Justru penasaran ingin lihat embun es di Ranu Kumbolo karena sebelumnya belum pernah lihat langsung,” katanya.

Meski suhu udara di kawasan tersebut dapat turun cukup ekstrem pada dini hari, Tata mengaku tidak terlalu khawatir terhadap risiko kedinginan selama perlengkapan pendakian dipersiapkan secara matang.

“Nggak takut kedinginan atau hipotermia. Yang penting persiapan bagus, termasuk pakaian yang proper dan bekal yang cukup. Selain itu, kami juga ditemani pemandu dan porter, jadi nggak khawatir,” tambahnya.

Baca Juga:
Embun Es di Ranu Pani Muncul Lebih Awal, Petani Waswas Tanaman Terdampak

Sementara itu, Tono, salah seorang porter di kawasan Ranu Pani, membenarkan bahwa fenomena bediding sedang berlangsung di area Ranu Kumbolo. Ia menjelaskan embun es mulai tampak pada permukaan sekitar, termasuk menempel tipis pada tenda-tenda para pendaki.

“Di Ranu Kumbolo memang lagi bediding. Ada es, jadi tenda itu seperti diselimuti lapisan es tipis,” ujarnya.

Menurut Tono, kondisi tersebut justru menjadi salah satu alasan banyak pendaki datang ke Semeru dalam beberapa waktu terakhir.

“Bagus sih. Banyak pendaki yang memang cari itu. Mereka senang bisa lihat es langsung,” pungkasnya.

Fenomena embun es sendiri merupakan kondisi ketika suhu udara di kawasan pegunungan turun sangat rendah hingga memunculkan embun yang membeku pada permukaan tertentu. Meski terlihat menarik, pendaki tetap diimbau menyiapkan perlengkapan yang memadai dan menjaga kondisi tubuh selama beraktivitas di kawasan pegunungan.