KETIK, MALANG – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) telah memulai program Pengabdian Kampung Lingkar Kampus. Dengan menyasar 3 kelurahan yakni Penanggungan, Ketawanggede, dan Sumbersari, FBiPK mengenalkan Laboratorium Pendidikan Terpadu kepada masyarakat. 

Dekan FBiPK UB, Prof Mangku Purnomo, menjelaskan, Laboratorium Pendidikan Terpadu menjadi ruang pembelajaran, praktik, dan pengembangan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan berbagai kegiatan yang produktif. 

“Laboratorium Pendidikan Terpadu FBiPK UB kami hadirkan sebagai ruang belajar bersama antara kampus dan masyarakat. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga Kampung Lingkar Kampus untuk belajar, berpraktik, dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia guna meningkatkan keterampilan, kemandirian, serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

FBiPK UB juga melakukan program Gerobak Giling atau Gizi Keliling bagi anak-anak, Tani Kopi Academy yang memberikan pelatihan barista dan roasting bagi generasi muda. Selain itu juga pelatihan pengelolaan sampah organik menjadi kompos, serta MiijoHUB Academy berupa pelatihan kewirausahaan dan digital marketing untuk memperkuat usaha dan ekonomi keluarga.

"Kami juga memberi pelatihan kultur jaringan untuk memperkenalkan teknologi perbanyakan tanaman dan meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang pertanian," katanya. 

Baca Juga:
UB Raih Posisi Pertama! Ini Daftar 10 Kampus Terbaik di Jawa Timur 2026 Versi UniRank

Bahkan tur kampus untuk siswa PAUD dan TK di sekitar kampus juga akan dilakukan agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sejak usia dini. Tur tersebut menjadi langkah mendekatkan masyarakat dengan kampus. 

"Melalui pengenalan fasilitas, aktivitas pembelajaran, dan suasana kampus, FBiPK UB ingin menumbuhkan rasa ingin tahu, semangat belajar, serta cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," katanya. 

Menurutnya program tersebut mendukung penerapan Smart Green Campuss (SGC) dari UB. Mengingat mahasiswa juga dilibatkan dalam mengelola sampah, membuat kompos, memanfaatkan sumber daya, edukasi lingkungan hingga menciptakan lingkungan kampus dan pemukiman lebih sehat dan berkelanjutan bersama masyarakat. 

"Penerapan Smart Green Campus tidak hanya dilakukan di dalam lingkungan universitas, tetapi diperluas melalui kolaborasi dengan masyarakat di sekitarnya," tuturnya. 

Baca Juga:
Terpukau Disertasi Idham Arsyad, Muhaimin Iskandar Ingin Kuliah S3 di Universitas Brawijaya

Kegiatan pengabdian diarahkan pada empat pilar utama, yaitu pemberdayaan sumber daya manusia dan pendidikan, penguatan ekonomi lokal dan UMKM, peningkatan infrastruktur dan lingkungan, serta penguatan sosial dan kelembagaan. Pelaksanaannya juga mendukung pencapaian #UniversitasBrawijaya_SDG2, #UniversitasBrawijaya_SDG4, #UniversitasBrawijaya_SDG8, #UniversitasBrawijaya_SDG11, #UniversitasBrawijaya_SDG12, dan #UniversitasBrawijaya_SDG17.

"Program Pengabdian Masyarakat Kampung Lingkar Kampus menjadi program prioritas Rektor UB. FBiPK UB berkomitmen menghadirkan kampus yang semakin inklusif, terbuka, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitarnya," pungkasnya. (*)