KETIK, MALANG – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) mendapatkan kunjungan dari Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Kunjungan tersebut lantaran ketertarikan dan benchmarking program Fast Track di lingkungan UB. 

Dekan FBiPK UB, Prof. Mangku Purnomo menjelaskan pertemuan tersebut untuk berbagi pengalaman dan praktik dalam mengembangkan program percepatan studi sarjana dan magister. Upaya tersebut penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan tinggi. 

“Kami menyambut baik kunjungan dari Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Melalui forum seperti ini, kita dapat saling berbagi pengalaman, terutama dalam pengembangan program akademik yang mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing lulusan,” ujar Prof. Mangku, Selasa 23 Juni 2026.

Beragam aspek pelaksanaan Program Fast Track dipaparkan. Mulai dari persyaratan akademik, mekanisme seleksi mahasiswa, integrasi kurikulum sarjana dan magister, hingga sistem pembimbingan yang diterapkan untuk menjaga kualitas lulusan.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Afifuddin Latif Adiredjo menjelaskan melalui program Fast Track, mahasiswa berprestasi memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dengan lebih efisien.

Baca Juga:
FISIP UB Sambut 14 Mahasiswa Universiti Malaya, Dorong Kerja Sama Pendidikan Lintas Negara

“Program Fast Track tidak hanya berorientasi pada percepatan masa studi, tetapi juga memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik dan penelitian yang lebih kuat sehingga siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan,” Afifuddin.

FBiPK UB juga memberikan pemaparan tentang program unggulan untuk meningkatkan akses pendidikan pascasarjana. Ketua Program Studi Magister Agribisnis, Dr. Silvana Maulidah menjelaskan terdapat program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut berguna bagi staf maupun perangkat pemerintahan untuk melanjutkan jenjang pascasarjana. 

“Kami juga membuka kesempatan melalui skema RPL bagi staf dan perangkat pemerintah. Pengalaman kerja serta kompetensi yang dimiliki dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik sehingga memudahkan mereka untuk melanjutkan pendidikan di Program Pascasarjana FBiPK,” terang Dr. Silvana.

Sementara itu, Ketua Jurusan Agribisnis FP ULM, Dr. Yudi Ferrianta, menyebut banyak wawasan implementasi Program Fast Track maupun pengelolaan program pascasarjana yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Baca Juga:
Belajar Bahasa hingga Jelajah Bromo, Lima Mahasiswa Asing Siap Lanjut Studi di UB

“Kami memperoleh banyak informasi berharga yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan program akademik di Fakultas Pertanian ULM. Harapannya, beberapa praktik baik yang telah diterapkan di FBiPK dapat kami adopsi dan sesuaikan dengan kebutuhan institusi kami,” ungkap Dr. Yudi.(*)