KETIK, MALANG – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Syariah (IKAFASYA) akan menggelar Program Bimbingan Tes Calon Hakim (Cakim) 2026 sebagai bentuk pendampingan dan persiapan intensif bagi lulusan Fakultas Syariah maupun hukum yang ingin mengikuti seleksi Calon Hakim.

Program tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang peradilan sekaligus menyiapkan calon hakim yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

Menjadi seorang hakim tidak hanya membutuhkan penguasaan teori hukum, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan analisis yang tajam, serta kecakapan dalam menghadapi berbagai tahapan seleksi yang kini menggunakan sistem berbasis Computer Assisted Test (CAT).

Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pembekalan terkait strategi menghadapi Tes Kompetensi Dasar (TKD), Tes Kemampuan Bidang (TKB), wawancara calon hakim, hingga praktik dan simulasi soal menggunakan sistem CAT yang dirancang menyerupai kondisi seleksi sebenarnya.

Narasumber dan fasilitator pada program ini berasal dari unsur hakim dan aparatur peradilan dari Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

Baca Juga:
Prestasi Membanggakan, UIN Maliki Malang Sabet Penghargaan Diktis Award 2026

Selain materi pembelajaran, peserta juga akan memperoleh fasilitas berupa modul dan materi selama enam jam pelajaran, sertifikat, snack dan makan siang, serta simulasi ujian berbasis CAT.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Miftahul Huda, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam mendampingi pengembangan karier mahasiswa dan alumni.

"Sinergi Fakultas Syariah dan IKAFASYA dalam Bimtes Calon Hakim 2026 merupakan bentuk nyata pendampingan karier bagi mahasiswa dan alumni. Kami optimistis, melalui pembekalan yang terarah, peserta akan lebih siap menghadapi seleksi Calon Hakim serta mampu menjadi generasi hakim yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan," ujarnya.

"Forum ini menghadirkan narasumber kalangan profesional dari unsur hakim dan aparatur peradilan dengan rekam jejak yang mumpuni, sehingga peserta memperoleh bekal pengetahuan yang berkualitas dan relevan," sambung Miftahul Huda.

Baca Juga:
Pegang Amanah Lagi, Gus Is Nakhodai MUI Kota Malang 2026-2031 Melalui Musda X

Pendaftaran Bimbingan Tes Calon Hakim 2026 dibuka mulai 1 hingga 31 Juli 2026, sedangkan pelaksanaan kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Panitia mewajibkan peserta membawa laptop pribadi guna mendukung pelaksanaan simulasi CAT selama kegiatan berlangsung.

Adapun biaya mengikuti program ini sebesar Rp400 ribu untuk peserta umum dan Rp350 ribu bagi alumni Fakultas Syariah UIN Malang. Pembayaran dilakukan melalui rekening BRI atas nama Ikatan Alumni Fakultas Syariah.

Program ini hanya menyediakan kuota sebanyak 50 peserta, sehingga calon peserta diimbau segera melakukan pendaftaran sebelum kuota terpenuhi.

Pendaftaran dapat dilakukan dengan memindai kode QR yang tersedia pada pamflet kegiatan atau melalui tautan pendaftaran yang telah disediakan panitia. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung Dr. Mahbub Ainur Rofiq, M.H.I di nomor 0813-3308-8482.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Malang dan IKAFASYA berharap dapat membantu para peserta mempersiapkan diri secara optimal sehingga memiliki peluang lebih besar untuk lolos seleksi dan berkontribusi dalam dunia peradilan Indonesia. (*)