Fakultas Pertanian UB Dampingi Petani Probolinggo untuk Optimalkan Budidaya Bawang Merah

Jurnalis: Asyraf Zayd
Editor: Mustopa

9 Mei 2025 13:55

Thumbnail Fakultas Pertanian UB Dampingi Petani Probolinggo untuk Optimalkan Budidaya Bawang Merah
Tim Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) saat memberikan pendampingan di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Probolinggo. (Foto: FP UB)

KETIK, PROBOLINGGO – Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat. Program ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS, dan menyasar Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Probolinggo.

Acara ini mengangkat tema ‘Optimalisasi Budidaya Bawang Merah melalui Pendampingan Terpadu dan Pengamatan Lapang di Kabupaten Probolinggo’.

Desa Sumberbulu, dikenal sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Jawa Timur. Kegiatan ini bagian dari peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.

Metode yang diambil adalah mengedepankan pendekatan ilmiah yang aplikatif dan langsung menjawab kebutuhan petani di lapangan. Program ini melibatkan dua kelompok tani yakni Tani Sumber Makmur 1 dan Sumber Makmur 2.

Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Program pengabdian ini akan dilaksanakan dalam tiga pertemuan sekolah lapang. Kegiatan pertama diawali sesi diskusi partisipatif bersama petani untuk mengidentifikasi dan memetakan berbagai permasalahan yang dihadapi.

“Kita tidak bisa memberikan solusi tanpa terlebih dahulu memahami masalahnya secara utuh. Oleh karena itu, sesi pertama ini sangat penting untuk mendengarkan langsung suara petani,” ujar Prof. Abdul Latief Abadi.

Sementara pada pertemuan kedua, tim pengabdian masyarakat akan memperkenalkan teknologi agens hayati—mikroorganisme alami yang dapat digunakan sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman. 

Para petani akan diajarkan cara membuat, mengaplikasikan, dan memanfaatkan agens hayati sebagai alternatif pengganti pestisida kimia yang selama ini umum digunakan, namun berpotensi mencemari lingkungan dan merusak ekosistem tanah.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Air Bersih di Bromo, Dukung Wisata Berkelanjutan dan Kenyamanan Pengunjung

Sedangkan pada pertemuan ketiga akan difokuskan pada pelatihan pembuatan kompos berbasis limbah pertanian. Pembuatan kompos akan memanfaatkan bahan-bahan organik yang mudah diperoleh di sekitar lahan pertanian.

“Dengan teknologi sederhana namun ilmiah ini, kita ingin mendorong petani agar lebih mandiri dan mampu menghasilkan produk yang sehat bagi konsumen dan lingkungan,” lanjut Prof Latief.

Sementara Ketua kelompok tani Desa Sumberbulu menyambut baik kegiatan ini. Mereka sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Universitas Brawijaya. 

“Selama ini petani sering menghadapi masalah sendiri tanpa pendampingan. Dengan adanya program ini, kami merasa lebih diperhatikan dan dibantu,” katanya.

Diharapkan, melalui sekolah lapang ini, petani bawang merah di Desa Sumberbulu dapat meningkatkan efisiensi budidaya, menekan kerugian akibat OPT, dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.(*)

Baca Sebelumnya

Hendak Diwawancara, Plt Sekwan Raja Ampat Ancam Tampar 2 Wartawan

Baca Selanjutnya

Bupati dan Wakil Bupati Blitar Dukung Penuh Expo UMKM dan SMSI Blitar Raya Award 2025

Tags:

FP UB Universitas Brawijaya probolinggo bawang merah

Berita lainnya oleh Asyraf Zayd

Trending Sepekan: SMAN 8 Kota Malang Upacara di Jalan Raya hingga Pemkab Pacitan Usulkan 1.641 PPPK Paruh Waktu

24 Agustus 2025 17:08

Trending Sepekan: SMAN 8 Kota Malang Upacara di Jalan Raya hingga Pemkab Pacitan Usulkan 1.641 PPPK Paruh Waktu

OTT Noel Wamenaker Buka Kedok Mafia Urus Sertifikasi K3 Perusahaan Tembus 69M Durasi 5 Tahun

24 Agustus 2025 16:16

OTT Noel Wamenaker Buka Kedok Mafia Urus Sertifikasi K3 Perusahaan Tembus 69M Durasi 5 Tahun

3 Lowongan Kerja Sepekan: KBRI hingga PT Semen Jakarta

24 Agustus 2025 13:30

3 Lowongan Kerja Sepekan: KBRI hingga PT Semen Jakarta

Wamenaker Noel Jadi Tersangka, KPK Ungkap Modus Pemerasan Pengurusan Sertifikat K3

22 Agustus 2025 22:09

Wamenaker Noel Jadi Tersangka, KPK Ungkap Modus Pemerasan Pengurusan Sertifikat K3

BNI Apresiasi dan Tingkatkan Kapasitas Agen46 di Surabaya Lewat Gathering

22 Agustus 2025 21:13

BNI Apresiasi dan Tingkatkan Kapasitas Agen46 di Surabaya Lewat Gathering

Kostum Profesi Semarakkan Pesta Lomba Kemerdekaan di Swiss-Belinn Manyar Surabaya

18 Agustus 2025 18:05

Kostum Profesi Semarakkan Pesta Lomba Kemerdekaan di Swiss-Belinn Manyar Surabaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar