KETIK, PACITAN – Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia dalam waktu berdekatan memunculkan kekhawatiran masyarakat, termasuk di Kabupaten Pacitan.
Merespon hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan memastikan belum ada dampak langsung aktivitas erupsi gunung api yang dirasakan masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggoro, mengatakan kondisi Kabupaten Pacitan hingga saat ini masih aman. Wilayah Pacitan juga berada di luar radius paparan abu maupun gas erupsi.
"Untuk wilayah Kabupaten Pacitan masih aman," ujar Radite saat dikonfirmasi terkait dampak aktivitas vulkanik gunung berapi, Senin, 7 September 2026.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah enam gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi dalam rentang waktu berdekatan.
Baca Juga:
Paper Test Abu Vulkanik di Bandara Soetta hingga Halim Sudah Negatif, Penerbangan Segera DibukaGunung-gunung tersebut yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Sinabung, Gunung Semeru, Gunung Ibu, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok.
Aktivitas tersebut tercatat sejak akhir Agustus hingga awal September 2026.
Sementara itu, Gunung Merapi yang berada di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, juga masih menunjukkan aktivitas vulkanik.
Berjarak sekitar 150 kilometer, gunung tersebut menjadi salah satu gunung api aktif yang relatif dekat dengan Kabupaten Pacitan.
Baca Juga:
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bagaimana Dampaknya ke Malang Raya? Ini Kata BMKGBerdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi pada Jumat, 5 September 2026, tercatat 22 kali guguran lava ke arah barat daya menuju Kali Sat dan Kali Krasak.
Jarak luncur terjauh mencapai 2.000 meter dari puncak.
Pada periode yang sama juga tercatat 71 kali gempa guguran dan 51 kali gempa hybrid atau fase banyak.
Meski aktivitas vulkanik sejumlah gunung api meningkat, BPBD Pacitan memastikan kondisi tersebut tidak serta-merta berdampak terhadap wilayah Pacitan.
"Belum ada dampak langsung aktivitas erupsi yang mengancam masyarakat Pacitan," ungkap Radite.
BPBD Pacitan meminta masyarakat tidak panik menyikapi informasi aktivitas vulkanik yang beredar.
Warga diminta menyaring informasi di media sosial dan memastikan perkembangan kebencanaan berasal dari sumber resmi, seperti BMKG, PVMBG maupun Pusdalops PB.
Kondisi cuaca Pacitan pada Minggu malam, 6 September 2026, juga sempat menjadi perhatian.
Hujan yang turun di tengah musim kemarau tersebut dipastikan bukan akibat paparan abu maupun gas erupsi.
"Bukan dampak erupsi gunung, itu hujan di luar siklus. Saat ini status Pacitan masih kemarau," imbuhnya.(*)