KETIK, LUMAJANG – Masyarakat Desa Ranu Pani mulai waswas dengan adanya anomali jadwal kemunculan embun es di kawasan tersebut. Mereka khawatir perubahan waktu kemunculan fenomena ini akan berdampak terhadap tanaman mereka.

Tain, salah seorang warga Desa Ranu Pani, menyebut bahwa normalnya embun es muncul pada pertengahan Juli. Namun, tahun ini embun es sudah muncul sejak awal Juni.

“Embun es atau embun upas biasanya muncul pada puncak musim bediding, yaitu pertengahan Juli sampai Agustus. Namun, tahun ini awal Juni sudah muncul,” ujar Tain kepada Ketik.com.

Di kawasan Ranu Pani, embun es memang sudah muncul pada pertengahan pekan lalu. Lapisan es tipis bahkan sempat menutupi padang rumput di tepian Ranu Pani.

Menurut Tain, majunya jadwal kemunculan embun es ini membuat para petani dan peladang di kawasan Ranu Pani waswas. Pasalnya, mereka selama ini mengandalkan pengaturan jadwal tanam untuk mengantisipasi dampak embun es terhadap tanaman.

Baca Juga:
Fenomena Embun Es Jadi Daya Tarik Pendaki Semeru, Wisatawan Asal Jakarta Rela Datang Saat Bediding

“Biasanya dengan mengatur waktu tanam. Jadi, waktu tanam disesuaikan agar tidak sampai terkena embun es,” kata Tain.

“Namun, dengan perubahan jadwal munculnya embun es ini, jadi agak susah mengaturnya. Semoga tidak sampai terdampak,” tambah pria berusia 66 tahun itu.

Rerumputan di tepi Ranu Pani yang mati usai munculnya embun es pada tengah pekan lalu. (Foto: Dendy/Ketik.com)

Tain menyebut, embun es memiliki dampak besar terhadap tanaman. Tanaman yang terpapar embun es, terutama dalam waktu yang cukup lama, dapat mengalami kerusakan jaringan hingga akhirnya mati.

Baca Juga:
Fenomena Bediding di Ranu Pani Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata, Pedagang dan Porter Semeru Tetap Kebanjiran Aktivitas

“Kalau kena tanaman, bisa mati. Rumput di tepi Ranu Pani sebelumnya rata dan hijau. Sekarang setelah kena embun es itu mati semua. Karena itu, di sini embun es juga disebut embun upas,” katanya.

“Bukan cuma rumput, tanaman seperti kentang dan bawang juga bisa mati karena terkena embun es,” tambahnya.