KETIK, SAMPANG – Dugaan ancaman dan ancaman kekerasan menimpa Rusli (53), warga Dusun Sombernangah, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Pria paruh baya ini mengaku menjadi korban pemukulan, percobaan pembacokan, hingga ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan oleh dua tetangganya sendiri, yakni pria berinisial SH (50) dan sang anak, S (35).

Peristiwa kelam tersebut dialami Rusli pada Selasa, 25 Agustus 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Kejadian bermula saat korban tengah bersilaturahmi di kediaman Mat Naji, seorang ustaz di lingkungan pondok pesantren setempat.

Situasi yang semula tenang tiba-tiba memanas tatkala SH mendatangi lokasi. Tanpa basa-basi, pelaku langsung membuka masker dan meludahi wajah korban, yang kemudian melanjutkan aksi kekerasan fisik.

“Saya ditampar satu kali dan dibogem dua kali sampai bagian bawah mata kanan saya memar,” ujar Rusli saat dikonfirmasi wartawan. Jumat, 28 Agustus 2026.

Ketegangan semakin memuncak ketika S menyusul ke lokasi sambil membawa senjata tajam jenis celurit. S diduga langsung menghunus senjata tersebut dan membungkusnya ke arah korban. Beruntung, sabetan celurit itu berhasil terelakkan.

Baca Juga:
Proyek Jalan Aspal di Desa Trapang Disorot, Warga Pertanyakan Transparansi dan Kualitas Pengerjaan

Melihat kekerasan tersebut, Mat Naji bersama sejumlah warga yang melintas di sekitar lokasi langsung turun tangan melerai. Meski aksi fisik berhasil diredam, kedua pelaku disinyalir tetap melontarkan ancaman pembunuhan verbal. S diperkirakan mengancam akan menyembelih korban, sementara SH diperkirakan mengancam akan menembaknya.

Rusli mengajukan aksi keseluruhan ini sudah direncanakan sebelumnya dan dipicu oleh konflik internal keluarga. Mantan istri dari anak SH diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan sebagai keponakan dari istri Rusli.

Tak terima atas perlakuan tersebut serta mengirimkan keselamatan keselamatan, Rusli resmi melaporkan kejadian ini ke Polsek Banyuates.

Kapolsek Banyuates, Iptu Siswanto, membenarkan masuknya laporan dugaan dan pengancaman tersebut. Pihaknya menyatakan saat kasus tersebut tengah ditangani oleh kepolisian.

Baca Juga:
Wabup Sampang Hadiri Musrenbang RKPD 2027 di Banyuates, Tekankan Partisipasi Masyarakat

Iya betul, ada (laporan). Korban sudah melapor dan saat perkara ini masih dalam proses penyelidikan, kata Iptu Siswanto melalui pesan WhatsApp. (*)