KETIK, SAMPANG – Disiplin dan etika aparatur pelayanan publik di Kabupaten Sampang, Madura, kembali menjadi sorotan tajam. Diduga sejumlah pegawai UPTD Puskesmas Pengarengan terekam sibuk menggelar perlombaan di teras fasilitas kesehatan tersebut saat jam pelayanan masyarakat tengah berlangsung, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Aksi para tenaga medis yang dianggap mengabaikan hak pasien ini mendadak viral di media sosial setelah rekaman video berdurasi 33 detik menyebar luas. Peristiwa tersebut memantik kritik pedas dari warga yang menilai institusi kesehatan publik di Sampang semakin kehilangan arah etis dan prioritas pelayanan.
Farid, salah satu warga lokal, mengumumkan bahwa kegiatan perayaan tersebut berlangsung di area operasional Puskesmas Pengarengan sejak pagi hari. Berdasarkan selebaran kegiatan yang beredar, agenda perayaan Semarak HUT ke-81 RI itu diselenggarakan mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai, meliputi serangkaian lomba hiburan seperti Tat Kentat Angka', Terong Dol Gandol hingga Simulasi Sirotol Mustaqim.
“Perlombaan ini digelar tepat pada jam pelayanan masyarakat. Ini jelas mencederai makna kemerdekaan yang seharusnya diisi dengan kegiatan mendidik dan substantif,” tegasnya kepada jurnalis ketik.com.
Farid menambahkan, kemerdekaan seharusnya tidak sekadar dimaknai dengan sorak-sorai perlombaan seremonial yang menyumbangkan kewajiban masyarakat, melainkan menjadi ruang sadar untuk memajukan peradaban dan memberikan contoh edukatif kepada generasi muda.
Ia juga menyoroti marwah fasilitas kesehatan di Kabupaten Sampang yang dinilai semakin menurun. Kasus ini menambah panjang citra buruk layanan kesehatan daerah, yang sebelumnya sempat tercoreng akibat dugaan keterlibatan oknum tenaga medis dalam kasus yang membahas narkotika.
“Puskesmas seharusnya mampu menjaga integritas dan marwah sebagai benteng pelayanan publik, bukan malah mempertontonkan krisis empati di tengah warga yang membutuhkan layanan medis,” tambahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala UPTD Puskesmas Pengarengan, dr. Indah, memilih bungkam. Upaya konfirmasi yang dilayangkan jurnalis tidak mendapatkan tanggapan. (*)
.png)