Dugaan Nepotisme Warnai Seleksi Perangkat Desa Bendosewu, Peserta Tuntut Tes Ulang

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

25 Nov 2024 19:23

Thumbnail Dugaan Nepotisme Warnai Seleksi Perangkat Desa Bendosewu, Peserta Tuntut Tes Ulang
Peserta saat memberikan surat kepada Kepala Desa Bendosewu, Isnari, dan menuntut diadakannya tes ulang, Senin 25 November 2024. (Foto: Favan/ketik.co.id)

KETIK, BLITAR – Proses penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, memicu kontroversi. Enam peserta tes menuntut diadakannya tes ulang setelah menduga adanya praktik nepotisme dan ketidaktransparanan dalam pelaksanaan tes.

Dugaan tersebut mencuat setelah hasil tes Computer Assisted Test (CAT) dianggap tidak wajar. Salah satu peserta tes, Ragil, mengungkapkan kecurigaannya terkait hasil nilai yang mencolok.

“Hasil CAT-nya janggal. Dari 11 peserta, tiga orang yang berada di peringkat teratas memiliki nilai hampir sempurna, di atas 80. Sementara itu, sembilan peserta lainnya nilainya berada di bawah 60,” ungkap Ragil, Senin 25 November 2024.

Ragil menambahkan, ketiga peserta dengan nilai tertinggi tersebut diduga memiliki hubungan dekat dengan pihak berwenang di desa. “Tiga orang teratas itu anak dari kepala desa, wakil ketua BPD, dan menantu seorang tokoh masyarakat. Rasanya tidak adil kalau seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga:
SPPG Gaprang Blitar Mulai Beroperasi, Sasar 1.325 Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

Lebih jauh, Ragil juga membeberkan dugaan adanya pengaturan sejak awal. “Tes seharusnya dilakukan secara online, tetapi kenyataannya offline. Bahkan tempat duduk peserta dan aplikasi tes terlihat seperti sudah diatur sebelumnya,” katanya.

Dalam upaya mencari keadilan, enam peserta yang merasa dirugikan telah melayangkan surat kepada Kepala Desa Bendosewu. Mereka meminta agar tes ulang dilakukan dengan sistem yang lebih transparan dan adil.

“Kami hanya ingin keadilan. Tes ulang dengan prosedur yang transparan, jujur, dan adil harus dilakukan. Ini demi kebaikan bersama dan kehormatan desa,” tegas Ragil.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Bendosewu, Isnari, mengakui bahwa salah satu peserta tes adalah anaknya. Namun, ia membantah adanya intervensi atau kecurangan dalam proses seleksi tersebut.

Baca Juga:
Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

“Iya, memang anak saya ikut tes. Tetapi, dari pihak pemerintah desa tidak ada campur tangan terkait hasil tes. Prosesnya sudah sesuai prosedur karena kita bekerja sama dengan Unisba,” jelas Isnari saat dikonfirmasi.

Isnari juga menegaskan bahwa penilaian sepenuhnya merupakan wewenang pihak universitas. “Semua hasil tes adalah tanggung jawab Unisba. Kami hanya penyelenggara,” tambahnya.

Namun, saat dimintai tanggapan terkait tuntutan tes ulang, Isnari enggan memberikan komentar lebih jauh. “Saya belum tahu soal itu,” jawabnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai tindak lanjut atas tuntutan peserta. Publik kini menantikan langkah pemerintah Desa Bendosewu untuk menyelesaikan polemik ini secara adil dan transparan.(*)

Baca Sebelumnya

Pilkada 2024, Pj Bupati Pamekasan Ajak ASN Netral dan Tidak Golput

Baca Selanjutnya

Telan Rp9,9 Miliar, Gedung Setda Kabupaten Bandung yang Baru Harus Jadi Motivasi Tingkatkan Profesionalisme ASN

Tags:

Desa Bendosewu Blitar Kabupaten Blitar Nepotisme Perangkat Desa TES Ulang

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

19 April 2026 14:17

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

19 April 2026 10:20

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

18 April 2026 23:26

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

18 April 2026 14:32

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

18 April 2026 14:27

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

18 April 2026 10:00

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend