KETIK, JAKARTA – Perang Rusia-Ukraina kembali menunjukkan eskalasi serangan jarak jauh.
Drone Ukraina menghantam Kota Nizhnekamsk, Republik Tatarstan, Rusia, yang berada jauh dari garis depan.
Berdasarkan layanan pers regional dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Senin, 10 Agustus 2026, serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas dan 39 lainnya terluka.
Serangan terjadi di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat industri dan energi Rusia.
Nizhnekamsk berada sekitar 1.000 kilometer lebih dari perbatasan Ukraina dan menjadi lokasi sejumlah fasilitas pengolahan minyak serta industri petrokimia.
Baca Juga:
Sedikitnya 20 Orang Tewas dan Sejumlah Warga Terjebak akibat Gempa M7,4 Guncang KolombiaOtoritas Tatarstan menyebut serangan drone tersebut mengenai sejumlah kawasan di Nizhnekamsk. Dampaknya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah lokasi.
Perkembangan berikutnya dari pejabat Rusia menyebut jumlah korban tewas bertambah menjadi 13 orang, termasuk seorang anak, sementara 39 orang lainnya mengalami luka-luka.
Salah satu fasilitas yang menjadi sasaran adalah kilang minyak TANECO yang dioperasikan Tatneft.
Militer Ukraina menyatakan fasilitas tersebut menjadi target serangan, sementara rekaman yang diverifikasi Reuters memperlihatkan kepulan asap dari kawasan kilang setelah serangan.
Baca Juga:
Hamas Tunggu Jawaban Resmi BoP, Persoalkan Penarikan Pasukan IsraelSerangan terhadap Nizhnekamsk menjadi perhatian karena menunjukkan kemampuan Ukraina menjangkau wilayah yang berada jauh dari medan pertempuran.
Tatarstan sebelumnya juga beberapa kali menjadi sasaran serangan drone yang menyasar fasilitas industri dan energi.
Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh ratusan drone Ukraina dalam serangan semalam.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sebanyak 456 drone Ukraina berhasil dicegat. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Di sisi lain, Angkatan Udara Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan 126 drone dalam serangan semalam ke wilayah Ukraina.
Serangan kedua pihak berlangsung ketika perang memasuki tahun kelima dan penggunaan drone jarak jauh semakin intensif.
Tidak hanya Rusia, wilayah Ukraina juga mengalami serangan pada hari yang sama. Di Kharkiv, serangan Rusia dilaporkan menewaskan sejumlah warga.
Serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah lain, termasuk Belgorod di Rusia dan Kherson di Ukraina.
Rentetan serangan tersebut memperlihatkan bahwa dampak perang semakin menjangkau wilayah yang jauh dari garis depan.
Infrastruktur energi, kawasan industri, hingga permukiman menjadi bagian dari risiko yang muncul akibat meningkatnya penggunaan drone dalam konflik.
Bagi Rusia, serangan ke Tatarstan menjadi tantangan tersendiri karena wilayah tersebut merupakan salah satu pusat industri penting yang berjarak jauh dari Ukraina.
Sementara bagi Ukraina, serangan terhadap fasilitas energi Rusia menjadi bagian dari upaya menekan kemampuan industri dan logistik negara tersebut dalam menopang perang.
Seiring meningkatnya intensitas serangan jarak jauh, korban sipil kembali menjadi salah satu dampak paling serius.
Kondisi perang tidak lagi hanya berlangsung di sekitar garis depan, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di wilayah yang berada ratusan hingga lebih dari 1.000 kilometer dari pusat konflik.(*)