KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu terus mengawal pelaksanaan Proyek Strategis Daerah (PSD) Preservasi Simpang Empat Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, Jalan Indragiri, dan Jalan Hasanudin (Patih) agar berjalan sesuai target.
Hal tersebut, dibuktikan dengan peninjauan yang dipimpin Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Esty Dwiastuti, didampingi Kepala Bidang Bina Marga Eko Setiawan beserta tim teknis, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Monitoring dilakukan sebagai bagian dari pengendalian proyek agar seluruh tahapan pelaksanaan sesuai dengan dokumen kontrak, gambar perencanaan, spesifikasi teknis, hingga jadwal pekerjaan yang telah ditetapkan.
Kepala DPUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti, mengatakan tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap progres fisik di lapangan dengan membandingkannya terhadap jadwal pelaksanaan dan Kurva S proyek.
“Monitoring kami lakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai kontrak, gambar rencana, spesifikasi teknis, jadwal pelaksanaan, serta memenuhi ketentuan keselamatan konstruksi. Progres fisik di lapangan juga kami cocokkan dengan jadwal dan Kurva S agar setiap tahapan dapat dikendalikan dengan baik,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Baca Juga:
Libur Sekolah Dongkrak Wisata Durian Fantasi Kota Batu, Kunjungan Naik Hingga 40 PersenSelain mengevaluasi perkembangan pekerjaan, tim juga memverifikasi volume pekerjaan, metode pelaksanaan, kualitas material, dimensi hasil pekerjaan, kesiapan tenaga kerja dan peralatan, hingga penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Menurut Esty, aspek pengamanan area proyek, pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi, serta kebersihan lingkungan kerja juga menjadi perhatian agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman selama proses pembangunan berlangsung.
DPUPR turut melakukan koordinasi bersama penyedia jasa terkait administrasi proyek, mulai dari laporan harian dan mingguan, dokumentasi pekerjaan, pencatatan volume, hingga pelaksanaan kontrak.
Berbagai kendala di lapangan seperti utilitas, akses kerja, kondisi cuaca, maupun situasi eksisting juga dibahas untuk mengantisipasi potensi hambatan.
Baca Juga:
Terima 1.275 Mahasiswa KKN UB, Wali Kota Cak Nur Dorong Kolaborasi Bangun Kota Batu Berkelanjutan“Setiap potensi deviasi kami identifikasi sejak awal agar langkah koreksi bisa segera dilakukan dan tidak berkembang menjadi keterlambatan pelaksanaan,” katanya.
Ia menegaskan, pengendalian proyek tidak hanya berorientasi pada percepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menjaga kualitas konstruksi, efisiensi biaya, keselamatan kerja, serta tertib administrasi.
“Target kami bukan sekadar menyelesaikan proyek dengan cepat, tetapi memastikan hasil pekerjaan benar-benar kuat, aman, rapi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Esty menyadari proses pembangunan menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintasi kawasan Simpang Empat Patih.
Karena itu, pihaknya memastikan seluruh tahapan pekerjaan terus diawasi agar selesai sesuai jadwal, bahkan berpeluang lebih cepat apabila kondisi di lapangan mendukung tanpa mengurangi kualitas maupun standar keselamatan.
“Kami memahami adanya ketidaknyamanan selama proses pembangunan berlangsung. Oleh sebab itu, setiap tahapan terus kami awasi agar selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat jika memungkinkan, tanpa mengorbankan mutu pekerjaan maupun aspek keselamatan,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi dukungan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, proyek preservasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kawasan Simpang Empat Patih yang lebih tertata, aman, nyaman, dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Kota Batu.
“Terima kasih atas kesabaran dan dukungan masyarakat. Pembangunan ini kami lakukan untuk menghadirkan Simpang Empat Patih yang lebih tertata, aman, nyaman, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Kota Batu,” pungkasnya. (*)