KETIK, SURABAYA – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melakukan kunjungan, sekaligus silaturahmi ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya pada Rabu, 20 Mei 2026.
Rombongan DPRD Kota Surabaya terdiri dari Ketua Syaifuddin Zuhri, Wakil Ketua DPRD Bahtiar Rifai dan Laila Mufidah. Mereka disambut Ketua PD Muhammadiyah Surabaya, M Ridlwan bersama jajaran pengurus.
Dari pertemuan itu keduanya membahas berbagai hal pembangunan Kota Surabaya, mulai pentingnya membangun kota yang inklusif, penguatan sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat hingga pengawasan kafe di Kota Pahlawan.
"Kalau Surabaya ingin menjadi kota yang inklusif, maka kami harus mampu mendengar semuanya, termasuk dari organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah," kata Syaifuddin.
Lanjutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya dilakukan pemerintah dan DPRD semata, melainkan membutuhkan dukungan serta masukan dari organisasi kemasyarakatan yang langsung dekat dengan masyarakat.
Baca Juga:
12 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Masih Alami Tunda Keberangkatan ke Tanah SuciSelama pertemuan, pihak DPRD juga menerima berbagai masukan terkait banyaknya kafe di Surabaya. Poin yang dibahas perlunya kontrol terhadap operasional terhadap usaha tersebut. Kontrol terhadap kafe itu meliputi batasan usia pengunjung, jam operasional, hingga pemanfaatan fasilitas WiFi.
“Dengan silaturahmi seperti ini, kita mendapatkan banyak informasi dan masukan yang selama ini mungkin belum terpetakan secara maksimal,” katanya.
Ketua PD Muhammadiyah Surabaya, M Ridlwan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan pimpinan DPRD Surabaya. Menurutnya komunikasi langsung seperti ini penting untuk memperkuat pembangunan kota.
“Kehadiran DPRD ini menjadi penting karena Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat juga membutuhkan DPRD untuk menyalurkan aspirasi kepada pemerintah kota,” ujarnya. (*)