Pengurus ISKI Jatim 2026-2028 Dilantik, Tugas Pertama Fokus Benahi Etika Komunikasi Medsos

19 Mei 2026 20:54 19 Mei 2026 20:54

Fitra Herdian, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pengurus ISKI Jatim 2026-2028  Dilantik, Tugas Pertama Fokus Benahi Etika Komunikasi Medsos

Ketua Umum ISKI Prof Atwar Bajari (kiri) memberikan selamat kepada Ketua ISKI Jawa Timur, Dr Suko Widodo (kanan) usai dilantik memimpin ISKI periode 2026-2028 di Surabaya pada Selasa, 19 Mei 2026.. (Foto: Humas ISKI Jatim)

KETIK, SURABAYA – Pengurus Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur resmi dilantik pada Selasa, 19 Mei 2026. Tugas pertama yang dilakukan fokus pada pembenahan etika komunikasi masyarakat, khususnya generasi muda di tengah masifnya penggunaan media sosial.

Ketua Umum ISKI, Prof Atwar Bajari mengungkapkan, pelantikan pengurus ISKI Jawa Timur menjadi momentum penting untuk mengaktifkan peran organisasi di daerah.

Ia mengungkapkan, selama ini aktivitas ISKI di wilayah belum banyak terekspos. Maka dari itu, di bawah pimpinan Suko Widodo, ISKI Jawa Timur diharapkan mampu menyusun agenda komunikasi yang lebih baik dan berdampak bagi masyarakat.

“Harapan ke depan bisa semakin menyusun agenda komunikasi yang lebih baik, terutama dalam penanganan komunikasi publik kita yang mungkin masih tercerai-berai, masih menimbulkan konflik antarpihak,” ujar Atwar dikutip dari keterangan resmi.

Lanjutnya, dengan adanya ISKI, dapat mengambil peran dalam membangun komunikasi publik yang lebih sehat dengan melibatkan para sarjana komunikasi dari berbagai bidang profesi.

Sementara itu Ketua ISKI Jawa Timur, Dr Suko Widodo mengatakan kepengurusan baru akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya melibatkan akademisi, tetapi juga wartawan, manajer perusahaan, anggota DPR, hingga komisioner lembaga.

Menurutnya, pengembangan ilmu komunikasi harus dibangun dari kombinasi teori dan pengalaman lapangan.

“Keilmuan komunikasi itu harus dikembangkan tidak hanya textbook, tapi juga belajar dari lapangan,” kata Suko.

Salah satu perhatian utama ISKI Jatim, lanjut dia, adalah persoalan etika komunikasi anak muda di era digital. Ia menilai media sosial membuat banyak anak muda sangat aktif di dunia maya, tetapi justru minim ekspresi dalam komunikasi langsung.

“Sinyal netizen di media sosial lantangnya luar biasa, tapi ketika bertemu di kelas kadang mereka diam. Kami harus menemukan jalan untuk menguatkan anak-anak agar lebih human dalam komunikasi,” ujarnya.

Suko menilai perkembangan teknologi juga berpotensi memunculkan dehumanisasi dalam komunikasi jika tidak diimbangi kemampuan membangun relasi secara langsung.

Selain itu, ISKI Jatim juga menyoroti pola komunikasi pejabat publik yang dinilai masih lebih banyak berorientasi pada promosi dibanding membangun dialog dengan masyarakat.

“Komunikasi itu bukan hanya bicara, tetapi juga mendengarkan. Banyak lembaga lebih banyak berpromosi daripada berkomunikasi,” tegasnya.

Menurut Suko, komunikasi publik yang sehat harus memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan suara dan kritik sebagai bagian dari proses komunikasi yang utuh. (*)

Tombol Google News

Tags:

iski Suko Widodo Atwar Bajari Berita Surabaya Info Surabaya