KETIK, SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menjalin kerja sama dengan pemerintah negara bagian Australia Barat yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Teknis (Technical Agreement) di bidang olahraga.
Kerja sama ini sekaligus memperkuat hubungan Sister-State Jawa Timur dan Australia Barat yang sudah terjalin sejak 1991. Kerja sama di bidang olahraga ini diharapkan mampu menambah ruang lingkup yang lebih luas.
Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini meningkatkan prestasi atlet melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, pelatihan dan kompetisi. Kedua pihak juga membuka peluang kerja sama dalam identifikasi serta pembinaan talenta olahraga.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil menegaskan, Technical Agreement bukan sekadarb seremoni administratif. Menurutnya, perjanjian itu menjadi awal kolaborasi yang konkret, terarah dan saling menguntungkan antara Jawa Timur dan Australia Barat.
"Kami memandang Australia, khususnya Australia Barat sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman, sistem dan keahlian yang maju dalam pengembangan olahraga prestasi," katanya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca Juga:
5 Atlet Woodball Jatim Terpilih Gabung Timnas Indonesia untuk Bertanding di World Cup 2026 MalaysiaLebih lanjut, dengan kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pembinaan olahraga di Jawa Timur.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas pelatih, penguatan sistem pembinaan atlet, penerapan ilmu pengetahuan olahraga (sport science), pengembangan program latihan, hingga penyusunan dan evaluasi beban latihan.
“Bagi Jawa Timur, dukungan teknis dan transfer keahlian sangat penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional dan internasional, khususnya PON XXII Tahun 2028,” ujar Muhammad Nabil.
Program kerja sama KONI Jawa Timur dan Australia Barat tidak hanya mencakup bidang olahraga saja, melainkan pengembangan sumber daya manusia olahraga. Pelatih, administrator dan personel pengelola olahraga menjadi bagian dari sasaran peningkatan kapasitas.
Baca Juga:
KONI Jatim Sambut Positif Sport Intelligence, Pembinaan Atlet Kini Berbasis DataKedua pihak dapat melakukan kegiatan pendidikan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga.
Aspek keselamatan olahraga juga masuk dalam ruang lingkup kerja sama. Termasuk pengembangan rehabilitasi medis olahraga, penelitian, pengumpulan data dan statistik olahraga, serta pengelolaan fasilitas dan peralatan olahraga.
Kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi dalam upaya mencegah penggunaan obat-obatan terlarang dalam olahraga serta meningkatkan tata kelola olahraga.
Di bidang olahraga masyarakat, kerja sama diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui program olahraga berbasis komunitas. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses sekaligus membangun budaya olahraga di kedua wilayah.
Perjanjian Teknis tersebut berlaku selama empat tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak.
Pelaksanaan setiap program tetap bergantung pada ketersediaan dana dan personel dari masing-masing pihak. Kedua pihak juga dapat menyusun pengaturan teknis lebih lanjut untuk menjalankan program-program yang telah disepakati.
Sementara itu dari pihak Australia Barat yang dihadiri oleh WA Government Investment and Trade Commissioner to Indonesia Bryce Green mengatakan, kerja sama ini punya sejarah panjang.
Bryce Green menyambut baik kelanjutan kerja sama tersebut. Menurutnya, Jawa Timur dan Australia Barat memiliki sejarah persahabatan yang panjang sehingga kolaborasi di bidang olahraga menjadi langkah yang relevan untuk terus dikembangkan.
“Kerja sama ini memang layak dilakukan dan dilanjutkan karena Jawa Timur dan Australia Barat memiliki sejarah persahabatan yang panjang. Demikian juga, khususnya dengan KONI Jawa Timur, yang sejak 2019 sudah menjalin kerja sama,” ujar Bryce.
Sementara itu, Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, turut menyambut positif kerja sama tersebut. Ia bahkan mengungkapkan dirinya sebagai Bonek, sebutan bagi pendukung Persebaya Surabaya.
Kerja sama olahraga ini diharapkan menjadi jembatan untuk mempertemukan pengalaman dan keunggulan Australia Barat dengan potensi olahraga Jawa Timur. (*)