KETIK, BLITAR – Ratusan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kota dan Kabupaten Blitar menggelar apel akbar di Aloon-Aloon Kota Blitar, Sabtu 27 Juni 2026, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Apel yang berlangsung meriah itu diikuti relawan dari berbagai dapur SPPG di Blitar Raya. Selain menyampaikan komitmen mendukung program pemerintah, kegiatan juga dimeriahkan hiburan musik dangdut yang menjadi pelepas penat bagi para relawan.
Perwakilan Mitra SPPG Blitar Raya, Demy Alam, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk membangkitkan kembali semangat para relawan yang belakangan dihantam berbagai isu, mulai dari kabar penghentian Program MBG hingga munculnya stigma negatif terhadap relawan maupun mitra penyelenggara.
Menurutnya, derasnya pemberitaan mengenai berbagai persoalan di sejumlah daerah membuat sebagian relawan merasa khawatir, bahkan kehilangan motivasi. Padahal, tidak semua mitra maupun relawan melakukan pelanggaran seperti yang ramai diberitakan.
“Kami sengaja mengumpulkan relawan untuk mengangkat moral mereka. Banyak informasi yang menyebut Program MBG akan dihentikan, sehingga membuat relawan menjadi resah. Padahal kami ingin tetap mendukung pemerintah agar program ini terus berjalan,” ujar Demy.
Baca Juga:
Prabowo Ungkit-Ungkit Pernah 4 Kali Kalah dan Tidak Ganggu Pemimpin TerpilihIa menegaskan relawan SPPG merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Program MBG. Mereka terlibat mulai dari proses produksi hingga distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Karena itu, Demy berharap masyarakat tidak mudah menggeneralisasi seluruh relawan hanya karena adanya beberapa kasus yang mencuat di daerah lain.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa relawan SPPG juga bekerja dengan niat baik. Memang ada kasus di beberapa tempat, tetapi jangan kemudian semua relawan dan mitra dianggap tidak beres,” tegasnya.
Ia mengakui pelaksanaan Program MBG masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai persoalan administrasi, dugaan penyimpangan hingga berbagai pemberitaan negatif. Namun menurutnya, masih banyak relawan dan mitra yang menjalankan amanah tersebut secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Baca Juga:
Heru Tjahjono Ajak Warga Blitar Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Tekankan Pentingnya Cegah Penyakit Sejak Dini“Mungkin memang ada kasus di luar sana, tetapi kami yakin niat para mitra dan relawan yang hadir di sini murni untuk ikut menyukseskan program nasional demi memperbaiki gizi anak bangsa,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Kota Blitar dari Partai Gerindra, Tan Ngi Hing, turut hadir memberikan dukungan. Ia menilai Program MBG memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar penyediaan makanan bergizi.
Menurutnya, program tersebut juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat karena melibatkan banyak sektor, mulai petani, peternak, nelayan, pemasok bahan pangan hingga para relawan yang bekerja di dapur SPPG.
“Program ini sangat positif untuk kepentingan anak-anak Indonesia menuju Generasi Emas 2045 sebagaimana yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Tan Ngi Hing menambahkan, keberlangsungan Program MBG juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.
“Relawan bisa bekerja, menghidupi keluarganya, sementara hasil panen petani, peternak, hingga nelayan juga terserap untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Dampaknya bukan hanya pada penerima manfaat, tetapi juga ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui apel akbar tersebut, para relawan berharap masyarakat dapat melihat Program MBG secara lebih objektif dan tidak mudah menghakimi seluruh relawan maupun mitra hanya berdasarkan kasus-kasus yang terjadi di sejumlah daerah. Mereka juga berharap pemerintah tetap konsisten melanjutkan Program MBG sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa.