KETIK, SURABAYA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur memutuskan sanksi terhadap runner up Raka Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana, usai namanya viral karena diduga menyuruh pacar menggugurkan kandungan.
Kabar sanksi pencabutan gelar runner up Raka 2026, terhadap Tio itu diungkapkan oleh Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari. Keputusan ini diberikan usai sejumlah pihak menggelar sidang pelanggaran kode etik bersama Dewan Juri Raka Raki Jatim 2026.
"Dalam rapat diputuskan bahwa, mencabut status saudara Tio Ferdian Rahmana sebagai wakil satu Raka Jawa Timur tahun 2026," katanya.
Sidang itu, melibatkan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Ikatan Raka Raki Jawa Timur, Paguyuban Cak Ning Surabaya dan psikolog.
Dengan statusnya sebagai runner up Raka 2026 dicabut, maka pria 24 tahun itu dibebastugaskan dari seluruh hak dan kewajibannya sebagai duta wisata Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga:
100 Penari Tulungagung Dilepas ke Istana Merdeka, Bawa Nama Jatim di HUT ke-81 RITak hanya itu, berdasarkan keputusan dari sejumlah pihak, Tio juga diwajibkan mengembalikan seluruh atribut dari kejuaraan Raka Raki Jawa Timur 2026.
"Seperti selempang, piala, piagam dan hadiah yang berupa uang tunai produk dan voucher yang diterimakan kepada Disbudpar Jawa Timur," lanjut Evy.
Sebagai bentuk komitmen terhadap konsekuensi pelanggaran kode etik, Disbudpar Jatim dan Dewan Juri Raka Raki Jatim 2026 sepakat untuk tidak menunjuk pengganti gelar Wakil I Raka Jawa Timur tahun 2026.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya jagad media sosial dihebohkan oleh unggahan @ingintauindonesia di Instagram. Akun tersebut mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp.
Baca Juga:
Disbudpar Jatim Tunggu Hasil Investigasi Unggahan Percakapan Raka Minta Pacar AborsiDi dalam tangkap layar yang diunggah, terbaca sebuah obrolan membahas rencana aborsi. Obrolan itu diduga dilakukan antara Tio dengan pacarnya.
"Runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026, yang juga Cak & Ning Surabaya 2023 diduga terlibat kasus kekerasan seksual terhadap pacarnya sendiri. Berita ini mencuat setelah ajang pemilihan duta wisata (Raka & Raki) yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur baru saja selesai," tulis caption Instagram @ingintauindonesia.
"Mumpung (usia kehamilan) belum 12 minggu, aku gak siap sanksi sosial, aku juga kasian kamu," ucap Tio kepada pacarnya, dalam tangkapan layar yang beredar luas di media sosial. (*)