KETIK, SURABAYA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur langsung bergerak usai adanya kehebohan unggahan di media sosial, terkait percakapan yang diduga dari Raka Jawa Timur yang meminta pacar melakukan aborsi.
Kepala Dinas Disbudpar Jawa Timur, Evy Afianasari saat ini mengaku masih menunggu proses investigasi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya.
"Jadi kalau ada kasus, mereka dulu yang investigasi. Nanti mereka akan mengirimkan berita acara hasil investigasinya ke kami," katanya, Senin, 10 Agustus 2026.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Raka yang diduga tersandung masalah tersebut merupakan perwakilan Surabaya. Maka dari itu, proses pemeriksaan awal menjadi kewenangan pemerintah setempat.
"Setelah itu baru kami akan melakukan sidang dengan dewan juri," imbuh Evy.
Baca Juga:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dukung Komfilasi Jatim 2024 untuk Kemajuan Perfilman IndonesiaKendati menunggu keputusan dari Disbudporapar Surabaya, Evy mengungkapkan, jika dirinya melalui Disbudpar Jatim telah menjalin komunikasi dengan Pemkot Surabaya mengenai persoalan tersebut.
Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang dapat disampaikan kepada publik karena proses pemeriksaan masih berlangsung. “Sudah. Pastinya sudah. Tapi masih belum bisa memberikan keterangan, karena belum ada dokumen yang ditandatangani,” ujarnya.
Sementara itu disinggung mengenai sanksi, Evy menjelaskan keputusannya setelah pihaknya menerima hasil investigasi yang dilakukan oleh Disbudporapar Surabaya.
"Sanksi terberat pasti akan pencabutan gelar dan pengeluaran dari Ikatan Raka Raki," tegasnya.
Baca Juga:
Resmi Dibuka, Pameran Peralatan Outdoor Indofest Surabaya Targetkan Transaksi Rp5 Miliar per HariSebagaimana diketahui, tersiar kabar heboh perihal dugaan permintaan menggugurkan kandungan sang pacar di media sosial. Kabar ini pertama kali diketahui dari tangkap layar WhatsApp yang diunggah oleh akun @ingintauindonesia di Instagram.
Dalam unggahannya diketahui, si Runner-Up ajang duta wisata tersebut diduga meminta pacarnya menggugurkan kandungan. Disebutkan juga perempuan yang diduga pacarnya tersebut telah hamil 12 minggu. (*)