KETIK, PEMALANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati menyebut faktor lingkungan menjadi salah satu faktor terbesar yang memengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wiji saat membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang di Aula Avicenna Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Selasa, 1 September 2026.

Dalam sambutannya, Wiji menjelaskan terdapat empat faktor utama yang memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat, yakni lingkungan, perilaku, genetik atau keturunan, serta pelayanan kesehatan.

Dari keempat faktor tersebut, lingkungan disebut memiliki pengaruh paling besar, yakni hampir mencapai 50 persen. Sementara faktor genetik atau keturunan memiliki pengaruh paling kecil.

“Lingkungan hampir 50 persen, dan yang paling kecil adalah genetik atau keturunan,” kata Wiji.

Baca Juga:
Respons Cepat Dampak Karhutla, PHE Jambi Merang Bagikan Masker ke Warga Sekitar

Menurut Wiji, kondisi lingkungan tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai persoalan kesehatan.

Ia mencontohkan kondisi rumah yang sudah baik, tetapi tidak didukung lingkungan yang bersih. Di antaranya sungai yang tercemar, kebiasaan buang air besar sembarangan, hingga keberadaan kandang ternak yang terlalu dekat dengan rumah.

“Rumahnya sudah bagus, tetapi lingkungannya kotor, sungainya penuh kotoran, masih ada yang buang air besar sembarangan, kemudian ada kandang ternak di pinggir atau dekat rumah. Ini akan sangat memengaruhi kondisi kesehatan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Selain faktor lingkungan, Wiji juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga:
Buruh Harian di Kebojongan Pemalang Terima Bantuan Rumah Layak Huni dari Shiddiqiyyah

Menurutnya, fasilitas kesehatan seharusnya tidak hanya dimanfaatkan ketika masyarakat sudah mengalami sakit.

Salah satu narasumber saat menerangkan materi di acara Forum Konsultasi Publik Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang.

Dinkes Pemalang saat ini menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) melalui 25 puskesmas yang tersebar di 14 kecamatan.

Sebagian puskesmas juga memberikan layanan rawat inap selain layanan rawat jalan, serta didukung keberadaan puskesmas pembantu.

Untuk pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, Kabupaten Pemalang memiliki sembilan rumah sakit. Satu di antaranya merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah, yakni RSUD, sedangkan delapan lainnya merupakan rumah sakit swasta yang bermitra dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Wiji berharap paradigma pelayanan kesehatan ke depan lebih diarahkan pada upaya promotif dan preventif. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika sakit, tetapi juga saat dalam kondisi sehat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kami berharap semua masyarakat itu sehat. Yang datang ke puskesmas atau rumah sakit, harapannya ke depan bukan hanya orang yang sakit, tetapi orang yang sehat untuk cek kesehatan atau medical check-up,” tuturnya.

Dalam FKP tersebut, Wiji juga menyampaikan sejumlah isu yang menjadi perhatian Dinkes Pemalang, termasuk penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta proses sertifikasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Forum konsultasi publik tersebut menjadi ruang bagi Dinkes Pemalang untuk memberikan penjelasan sekaligus menyerap masukan dari berbagai pihak terkait pelayanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah pejabat dan bidang di lingkungan Dinkes Pemalang turut disiapkan sebagai narasumber untuk memberikan penjelasan sesuai bidang masing-masing, di antaranya Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), serta unsur sekretariat.

Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Pemalang.

Wiji menilai keterlibatan berbagai pihak penting untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pemalang.(*)