Dikonsep bak Taman Air, Kolam Retensi Senilai Rp50 M Segera Dibangun di Pacitan

Editor: Al Ahmadi

26 Jan 2026 14:40

Thumbnail Dikonsep bak Taman Air, Kolam Retensi Senilai Rp50 M Segera Dibangun di Pacitan
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Pacitan, Tri Ascaryo, saat menunjukkan lokasi rencana pembangunan kolam retensi di belakang Kantor Dinkes Pacitan, Senin, 26 Januari 2026 pagi. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Harapan Kabupaten Pacitan punya kolam retensi sebagai upaya pengendalian banjir di wilayah perkotaan akhirnya segera terwujud. 

Proyek Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo ini ditargetkan rampung tahun ini.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan, Tri Ascaryo, menyampaikan bahwa proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu saat ini memasuki tahap pematangan konsep.

“Sekarang masih penyelidikan lahan dan perencanaan. Kontrak belum ada karena desainnya masih proses pemantapan,” kata Tri Ascaryo, Senin, 26 Januari 2026.

Baca Juga:
Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

Tri memperkirakan, tahapan awal akan dimulai sekitar Maret hingga April 2026. Target penyelesaiannya, direncanakan rampung dalam tahun serupa.

"Usulanya kami Rp50 miliar, tapi turunnya berapa itu kami belum tahu," ungkapnya soal nilai anggaran.

Menariknya, kolam retensi ini tidak hanya difungsikan sebagai penampung air hujan. 

Dalam usulan PUPR, kolam retensi tersebut dikonsep seperti taman air yang memungkinkan kawasan tersebut berkembang menjadi ruang publik dan destinasi wisata baru.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

“Konsepnya taman air, jadi ini nanti bukan hanya kolam tapi bisa jadi wisata juga. Ada kios-kios dan fasilitas pendukung. Tapi ini masih konsep usulan, realisasinya menyesuaikan dengan alokasi anggaran,” ujarnya.

Kolam retensi tersebut direncanakan memiliki luas sekitar 5 hektare dengan kedalaman kurang lebih 3 meter. Area belakang Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan dipilih menjadi lokasi.

Terkait aspek sosial, Tri menyebut pihaknya bersama DKPP, BKD, Disparbudpora, Kesbangpol, DLH, dan OPD lainnya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat, termasuk kelompok tani yang selama ini menyewa dan menggarap lahan tersebut.

Dalam sosialisasi itu, muncul sejumlah pertanyaan dari warga, terutama soal status sewa lahan sawah yang selama ini dimanfaatkan kelompok tani setempat.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Memang ada pertanyaan terkait ganti sewa lahan yang sudah disewa oleh kelompok tani. Tapi aspirasinya sudah kami tampung,” jelas Tri.

Ia mengungkapkan, gagasan pembangunan kolam retensi di Pacitan sebenarnya sudah ada sejak 2005. Namun pengusulan secara lebih serius baru dilakukan sejak 2023.

Ke depan, Tri berharap kolam retensi ini mampu mengurangi potensi banjir di kawasan perkotaan Pacitan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan kawasan wisata air.

Sebagai informasi, konsep kolam retensi telah banyak diterapkan di kota-kota rawan banjir, dengan prinsip menahan air hujan agar tidak langsung mengalir ke sungai dan memicu genangan.(*)

Baca Sebelumnya

Alamastu Gelar Aksi Damai di Kantor Desa Taman Pemalang, Tuntut Transparansi dan Perbaikan Makam

Baca Selanjutnya

Kota Malang Bakal Diserbu 1.000 Bus Jemaah 1 Abad NU, Dishub Petakan Lokasi Parkir dan Drop Zone

Tags:

KOLAM RETENSI pacitan pupr pacitan BBWS Bengawan Solo banjir INFRASTRUKTUR Kementerian PU

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar