KETIK, BATU – Karang Taruna Kota Batu di bawah kepemimpinan Heli Suyanto didorong tidak sekadar menjadi wadah kegiatan kepemudaan. Organisasi tersebut diarahkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, membangun usaha, serta terlibat langsung dalam pembangunan daerah.

Wakil Wali Kota Batu sekaligus Ketua Karang Taruna Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, kondisi Karang Taruna di Kota Batu saat ini terus menunjukkan perkembangan positif dan dinamis. Keterlibatan pemuda mulai kembali bergeliat di berbagai wilayah.

Menurutnya, pemuda tidak lagi hanya diposisikan sebagai pendukung kegiatan seremonial. Mereka mulai mengambil peran dalam berbagai sektor, seperti pariwisata lokal, pengelolaan sampah, hingga penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

“Karang Taruna di Kota Batu saat ini terus mengalami pergerakan yang positif dan dinamis. Semangat keterlibatan pemuda mulai kembali bergeliat di berbagai wilayah. Pemuda tidak lagi hanya dipandang sebagai pendorong kegiatan seremonial, tetapi sudah mulai memegang peran aktif dalam pembangunan daerah,” ujarnya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Pria yang akrab disapa Mas Heli menyebut sebagian besar Karang Taruna di tingkat desa dan kelurahan telah berkembang menjadi wadah bertukar pikiran sekaligus ruang berkarya bagi generasi muda.

Baca Juga:
DPRD Kota Batu Dukung Kejari Usut Dugaan Korupsi KONI, Penyidik Sudah Periksa 15 Orang

Kegiatan sosial, olahraga, hingga pengelolaan unit usaha lokal menjadi bagian dari ruang pembelajaran bagi pemuda. Sejumlah kegiatan tersebut antara lain pengelolaan objek wisata desa serta pengolahan sampah dan kompos.

Melalui aktivitas tersebut, pemuda mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, berorganisasi, serta berbagai soft skill yang dapat berguna bagi masa depan.

Cubees & Co, inkubator bisnis yang dikembangkan oleh Karang Taruna Kota Batu. (Foto: Instagram @cubees.co)

“Karang Taruna desa dan kelurahan telah menjadi wadah bertukar pikiran dan ruang berkarya bagi generasi muda. Lewat berbagai kegiatan sosial, olahraga, hingga pengelolaan unit usaha lokal, pemuda mendapatkan kesempatan untuk belajar kepemimpinan, berorganisasi, dan melatih soft skill,” katanya.

Baca Juga:
18 Siswa Tinggalkan SRMP 14 Batu, Pindah ke Sekolah Rakyat Terintegrasi Kediri

Dalam pemberdayaan pemuda, Mas Heli menyebut Karang Taruna Kota Batu memprioritaskan tiga bidang utama. Pertama, kewirausahaan pemuda melalui pelatihan berbasis potensi lokal, seperti agribisnis, khususnya sektor buah dan pertanian, serta ekonomi kreatif.

Kedua, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan digitalisasi melalui pelatihan kepemimpinan, literasi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran produk UMKM yang dikembangkan pemuda.

Ketiga, bidang lingkungan hidup dan keberlanjutan dengan mendorong keterlibatan pemuda dalam pengelolaan sampah mandiri dan gerakan pelestarian lingkungan guna mendukung Kota Batu yang bersih dan asri.

Karang Taruna Kota Batu juga tengah mengembangkan inkubator bisnis bernama Cubees & Co yang berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, Ngaglik, Kota Batu.

Selain kewirausahaan, pengembangan potensi pemuda juga dilakukan melalui kegiatan olahraga. Tahun lalu, Karang Taruna menggelar Bumi Khayangan Trail Run di Desa Sumberbrantas yang diikuti ribuan pelari.

“Tahun ini, Bumi Khayangan Trail Run akan diadakan lagi untuk mendorong sport tourism di Kota Batu,” ujar Mas Heli.

Mas Heli mengatakan, pemberdayaan pemuda harus mampu mendorong mereka agar tidak sekadar menjadi penonton atau peserta kegiatan. Untuk mencapai hal tersebut, Karang Taruna menerapkan pola pembinaan bertahap dan pendampingan.

Pemuda didorong mengidentifikasi persoalan serta peluang di lingkungan masing-masing. Dari hasil identifikasi tersebut, mereka diarahkan untuk merancangnya menjadi program maupun unit usaha.

Karang Taruna juga berupaya memfasilitasi akses pemuda terhadap permodalan, pelatihan dari tenaga ahli, serta jejaring pasar. Setelah mendapatkan pendampingan, pemuda diberikan ruang untuk memimpin dan menjalankan gagasan mereka secara mandiri.

“Strateginya adalah melalui pendekatan pembinaan bertahap dan pendampingan. Kami mengajak pemuda mengidentifikasi masalah dan peluang di lingkungannya masing-masing, lalu merancangnya menjadi program atau unit usaha,” jelasnya.

Pemanfaatan teknologi dan media sosial turut menjadi bagian dari strategi pemberdayaan. Menurut Mas Heli, generasi muda merupakan digital native sehingga teknologi perlu diarahkan untuk kegiatan yang produktif.

Karang Taruna mendorong pemuda di desa untuk mengemas potensi daerah, produk lokal, dan destinasi wisata melalui konten kreatif di media sosial.

Platform digital juga dimanfaatkan untuk mempublikasikan kegiatan positif, membangun jaringan antarkarang taruna, serta menjaring aspirasi anak muda secara lebih luas dan cepat.

Dalam menjalankan program pemberdayaan, Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Batu ini menyebut, sinergi antara Karang Taruna dan Pemerintah Kota Batu berjalan erat dan saling mendukung.

Pemkot Batu menempatkan Karang Taruna sebagai mitra strategis dalam pembangunan kepemudaan. Pemerintah memberikan dukungan melalui fasilitasi program, regulasi, serta penganggaran.

Di sisi lain, Karang Taruna berperan sebagai eksekutor di lapangan karena memiliki kedekatan dengan pemuda serta memahami dinamika dan kebutuhan mereka di tingkat desa dan kelurahan.

“Sinergi antara Karang Taruna dan Pemkot Batu berjalan dengan sangat erat dan saling mendukung. Pemkot Batu menempatkan Karang Taruna sebagai mitra strategis dalam pembangunan kepemudaan,” pungkas Mas Heli.

Kolaborasi tersebut diharapkan memastikan program pemerintah dapat menyasar generasi muda secara efektif dan berkelanjutan, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pemuda Kota Batu untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.