KETIK, JAKARTA – Ledakan dahsyat mengguncang sebuah depot senjata militer di wilayah utara Suriah, Senin, 21 September 2026 pagi. Sedikitnya empat orang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.
Ledakan terjadi di sebuah lokasi militer Suriah yang berada di sekitar Kota al-Eis, sebelah selatan Aleppo. Dilansir dari Aljazeera Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan penyebab ledakan hingga kini belum diketahui.
Kepala Operasi Pertahanan Sipil Aleppo, Faisal Mohammad Ali, mengatakan tim penyelamat telah mengevakuasi empat orang yang mengalami luka-luka dari lokasi kejadian.
Jurnalis Al Jazeera, Obaida Hitto, yang melaporkan dari Aleppo, menyebut ledakan awal kemudian disusul sejumlah ledakan lainnya.
“Ledakan terdengar hingga beberapa kilometer dari lokasi. Kami kini melihat sejumlah ambulans dan mobil pemadam kebakaran bergerak menuju lokasi tersebut,” kata Hitto dikutip dari Aljazeera.
Baca Juga:
Serangan Drone Ukraina Guncang Moskow, Tiga Orang Tewas dan Kilang Minyak RusakGubernur Aleppo Azzam al-Gharib mengimbau warga untuk sementara tetap berada di rumah. Rumah sakit, ambulans, dan tim tanggap darurat juga disiagakan untuk menangani dampak insiden tersebut.
Sementara itu, Komando Keamanan Internal Aleppo menutup sejumlah jalan yang mengarah ke lokasi ledakan. Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Seorang warga kawasan Hamdaniyeh, Aleppo, kepada AFP mengaku mendengar suara “ledakan yang sangat besar”. Dari atap rumahnya, ia juga melihat kobaran api besar di kejauhan.
Insiden tersebut menambah daftar ledakan yang terjadi di fasilitas militer dan depot amunisi di Suriah dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga:
Trump Umumkan Kesepakatan Militer AS dengan Denmark dan GreenlandPada Jumat sebelumnya, ledakan yang belum diketahui penyebabnya terjadi di sebuah lokasi militer di Provinsi Deir Az Zor, Suriah timur. Sebanyak 11 orang dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, awal September 2026, ledakan di sebuah depot senjata milik Kementerian Pertahanan di Provinsi Idlib menewaskan 14 orang dan melukai 11 lainnya.
Lebih dari sepekan sebelumnya, lima orang juga tewas setelah sebuah kendaraan yang membawa amunisi meledak di kawasan yang sama.
Suriah masih dalam proses pemulihan setelah lebih dari satu dekade dilanda perang saudara. Situasi politik dan keamanan negara tersebut berubah setelah pemerintahan Bashar al-Assad tumbang pada akhir 2024. (*)