KETIK, TUBAN – Kondisi Sungai Bangilan yang kini berstatus darurat sampah mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, puluhan Taruna-Taruni SMK Pelayaran Hasan Besari Bangilan terjun langsung membersihkan tumpukan sampah yang mengotori aliran sungai pengairan di Dusun Sawahan, Desa Bangilan, Kabupaten Tuban, Jumat 11 September 2026.

Aksi bersih-bersih sungai dilakukan secara gotong royong bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan atau Forkopimcam dengan pemerintahan Desa Bangilan. Mengenakan seragam lapangan dan berbekal alat kebersihan sederhana, para taruna-taruni bersama jajaran aparat bahu membahu mengangkat sampah rumah tangga dan limbah plastik di sungai tersebut.

Salah satu Taruna SMK Pelayaran Hasan Besari, Catur Pamungkas Mahardian Saputra, menyambut positif kegiatan bersih lingkungan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat krusial dalam menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian alam.

"Kami senang bisa ikut terlibat langsung. Sungai sebagai urat nadi lingkungan, kalau kotor dan sampah plastik berserakan di sungai dampaknya ke semua warga. Kegiatan ini juga bagian dari pembelajaran karakter kami ," ujar Catur di sela-sela kegiatan.

Taruna-Taruni SMK Pelayaran Hasan Besari saat membersihkan sampah selokan depan kantor balai Desa Bangilan, Kabupaten Tuban, Jumat 11 September 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

Baca Juga:
DLH Lebak Pasang Alat Pantau Kualitas Udara, Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ketua Yayasan SMK Pelayaran Hasan Besari, Moh. Zainuddin yang akrab disapa Bang Jay, menegaskan bahwa pihak yayasan mendukung penuh aksi positif para taruna. Ia menilai kegiatan bersih bersih sampah bukan sekadar membersihkan fisik sungai, melainkan edukasi nyata bagi lingkungan sekitar.

"Kami support penuh keterlibatan taruna-taruni. Sekolah pelayaran. tidak hanya soal disiplin maritim, tapi juga disiplin menjaga lingkungan. Kalau sungai bersih, Bangilan Tuban juga sehat," tegas Bang Jay.

Bang Jay memanfaatkan momentum aksi bersih sampah untuk menyoroti minimnya fasilitas pengelolaan sampah di lembaga pendidikan. Ia mempertanyakan transparansi dan prosedur untuk mendapatkan sarana pemilahan sampah, khususnya tempat sampah anorganik dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan atau DLHP Kabupaten Tuban.

"Sampai sekarang lembaga pendidikan kami, SMK Hasan Besari, belum mendapatkan fasilitas tempat sampah warna kuning khusus anorganik/daur ulang dari dinas terkait. Kami berharap ada kejelasan prosedurnya seperti apa, karena sekolah kami sangat butuh sarana wadah sampah sebagai edukasi pemilahan sampah sejak dini," jelasnya.

Baca Juga:
Serahkan Surat ke DLH, Aliansi Warga Brebes Tuntut Uji Lab dan Penegakan Hukum Pabrik Ready Mix

Ia berharap melalui aksi gotong royong Jumat pagi dapat memicu kesadaran kolektif warga Bangilan agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah rumah tangga demi kelangsungan lingkungan sehat.

"Harap kami gerakan bersih bersih sampah sungai dengan Forkopimcam dan Perangkat desa ini menjadi pemicu kesadaran kolektif warga Bangilan," tandas Ketua Yayasan SMK Hasan Besari, Moh. Zainuddin.(*)