KETIK, MALANG – Tantangan dunia kerja di era disrupsi digital menuntut calon tenaga kerja memiliki keahlian praktis yang tinggi. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) resmi membuka lima program studi (prodi) baru untuk jenjang Diploma 4 (Sarjana Terapan).

Pembukaan lima prodi baru ini disahkan melalui Keputusan Rektor UB dan telah mendapatkan persetujuan resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek). Langkah strategis ini memperkuat posisi UB sebagai salah satu kampus terdepan di Malang Raya yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia (SDM) siap kerja.

Dekan Fakultas Vokasi UB, Muhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., menegaskan bahwa izin penyelenggaraan ini merupakan bentuk kepercayaan besar pemerintah terhadap kualitas pendidikan terapan di Universitas Brawijaya.

“Terbitnya izin penyelenggaraan ini adalah amanah besar bagi kami untuk mencetak talenta yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap disrupsi. Melalui lima prodi baru yang sudah diresmikan, kami menghadirkan kemahiran teknis dengan penguasaan teknologi,” ujar Kholid.

Ia menambahkan, kurikulum di Vokasi UB dirancang agar setiap lulusannya mampu menjadi penggerak sektor ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia yang lebih modern serta berkelanjutan.

Baca Juga:
Hotel Santika Premiere Malang Gelar Nobar World Cup 2026

Fokus pada Industri Digital, Kreatif, dan F&B

Kelima prodi baru jenjang Sarjana Terapan (D4) ini dirancang khusus untuk mengisi pos-pos penting di industri modern yang membutuhkan kombinasi keterampilan praktis tinggi dan pemahaman konseptual kuat.

Berikut adalah daftar 5 prodi baru D4 Fakultas Vokasi UB yang sudah memiliki izin resmi:

  • D4 Pemasaran Digital
  • D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
  • D4 Perbankan dan Keuangan Digital
  • D4 Penilaian Properti dan Bisnis
  • D4 Bisnis Jasa Makanan

Kuliah di Lab Industri dan Kantongi Sertifikat Internasional

Baca Juga:
Pemadaman Listrik di Malang Dikeluhkan Pelaku Usaha, Ini Penjelasan PLN

Sistem perkuliahan di lima prodi baru ini dipastikan akan sangat berbeda dengan kuliah teori biasa. Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Vokasi UB, Dr. A. Faidlal Rahman, SE.Par., M.Sc., CHE., mengungkapkan bahwa kurikulum seluruh prodi tersebut disusun langsung bersama para praktisi dan asosiasi industri.

“Kami tidak hanya mencetak lulusan yang membawa ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional," jelas Faidlal.

Faidlal membeberkan, mahasiswa nantinya akan menghabiskan lebih banyak waktu di laboratorium industri lewat metode project-based learning (pembelajaran berbasis proyek nyata) serta program magang strategis. Dengan begitu, pengalaman kerja sudah didapatkan mahasiswa bahkan sebelum mereka lulus.

Untuk mendukung target link and match dengan dunia industri, Fakultas Vokasi UB telah merampungkan persiapan sarana dan prasarana penunjang yang komprehensif. Selain ruang kelas representatif untuk pendalaman teori, kampus telah menyediakan ruang praktik khusus yang didesain menyerupai lingkungan kerja asli.

Kehadiran ruang praktik modern ini bertujuan untuk mengasah keahlian teknis (hands-on skills) mahasiswa sejak dini secara optimal. Melalui ekosistem belajar yang menyerupai industri nyata ini, Vokasi UB optimistis dapat terus menjadi motor penggerak pendidikan vokasional yang relevan dengan perkembangan zaman. (*)