KETIK, HALMAHERA SELATAN – Seorang oknum berinisial D menyampaikan pengakuan terkait dugaan aktivitas togel atau toto gelap di Halmahera Selatan.
Dalam pengakuannya, D menyebut dirinya pernah menjalankan usaha togel yang disebut sebagai milik seorang pria berinisial J.
D mengaku tidak mengetahui lebih jauh soal pengelolaan usaha tersebut. Ia menyebut posisinya hanya sebagai orang yang menjalankan aktivitas di lapangan.
D juga menyampaikan bahwa omzet dari aktivitas itu bisa mencapai jutaan rupiah setiap hari.
“Omzet setiap hari Rp 5-10 juta, itu kalau ramai, namun selama saya jadi bandar selalu saja ramai,” kata D dikutip dari Tampilnews Sabtu 16 Mei 2026.
Baca Juga:
Wabup Halsel Buka Saruma Roadrace, Starter Lokal Turun Trek Usai 5 Tahun VakumSelain menyebut omzet, D juga menyebut dua titik yang diklaim sebagai lokasi usaha togel milik J.
Titik pertama berada di Desa Labuha, tepatnya di samping Kantor Desa, dengan jarak sekitar 50 meter ke arah utara.
Titik kedua berada di Desa Tomori, tepatnya di belakang Penginapan Anugerah.
Seluruh keterangan tersebut masih sebatas pengakuan D. Karena itu, nama J, dua lokasi yang disebut, serta dugaan aktivitas togel tersebut perlu diuji melalui penelusuran dan verifikasi pihak berwenang.
Baca Juga:
KNPI Halsel Desak Polres Buka Anatomi Tambang Ilegal Kubung, dari Pemilik Tromol, Rantai Pemasok Sianida hingga Dugaan Pelanggaran KonservasiPengakuan D membuka ruang klarifikasi lebih lanjut. Terutama untuk memastikan apakah benar terdapat aktivitas togel di dua titik tersebut, siapa pihak yang menjalankan, dan bagaimana hubungan D dengan J dalam dugaan aktivitas itu.
Hingga berita ini disusun, keterangan D belum dapat dijadikan kesimpulan hukum. Namun, pengakuan tersebut menjadi informasi awal yang penting untuk ditelusuri secara terang dan bertanggung jawab.