KETIK, SURABAYA – Wajah cerita, menantikan keberangkatan ke tanah suci untuk beribadah haji terpancar pada wajah Muhammad Ibrahim Rahman Zidni.

Ia merupakan Jemaah Calon Haji (JCH) dari Gen Z.

Pemuda 19 tahun ini mengaku banyak pengalaman berharga saat melakukan persiapan, sebelum menunaikan rukun Islam yang ke-5 tersebut. Disaat persiapannya itu, ada pula momen yang menurutnya "ribet".

Momen itu ketika dirinya diharuskan memakai kain ihram di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Memakai pakaian ini merupakan peraturan dari pemerintah Arab Saudi, selain itu kloternya, yaitu 61 masuk gelombang dua.

Baca Juga:
Berhasil Masuk Forum PBB Jenewa, Alumnus Unair Yakin Keterbatasan Ekonomi Bukan Hambatan

JCH yang masuk gelombang dua langsung menjalani ibadah umrah wajib setibanya di Jeddah, Arab Saudi.

"Dibilang ribet ya memang ribet, tapi karena ini sudah kewajiban gelombang dua langsung ke Makkah, jadi harus dijalani dari sini," kata mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, Kamis, 7 Mei 2026.

Kendati demikian, JCH asal Jombang ini tetap antusias.

Ia menilai haji merupakan pengalaman spiritual yang tidak bisa diulang lagi, maka dari itu persiapan lahir batin wajib dilakukan.

Baca Juga:
Lepas Jemaah Haji 2026, Plt Bupati Tulungagung Titip Doa untuk Kedamaian Daerah

"Ini menjadi pengalaman pertama saya dan sangat berharga," sambungnya.

Ibrahim berangkat ke tanah suci tidak sendiri, melainkan dengan orang tuanya. 

Sementara itu dari keterangan Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam mengatakan, hingga hari ini, pihaknya telah memberangkatkan 22.761 JCH atau sekitar 50 persen. (*)