KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) memperketat pengawasan sebagai upaya pencegahan terjadinya bentuk kecurangan selama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di lingkungan kampus pada 21 hingga 26 April 2026.
Koordinator Tim Distributor UTBK, Dyta Nor Wina Sari S.AB., yang tergabung dalam Direktorat Perencanaan dan Pengendalian Program UB menyampaikan bahwa UB selalu berinovasi dalam menjaga jalannya ujian SNBT dengan mengantisipasi segala bentuk potensi kecurangan di setiap tahunnya.
“Tahun ini, kami menambahkan alat senter untuk mengantisipasi kecurangan melalui earphone, serta menyediakan berita acara kecurangan,” ucap Dyta.
Sebanyak 134 buah senter dan 67 unit metal detektor telah didistribusikan pada titik-titik lokasi ujian. Tak hanya itu, kertas buram sebagai media menghitung peserta akan dihitung terlebih dahulu sebelum dihancurkan dan diketahui sebanyak 82 rim kertas buram dialokasikan dengan perhitungan dua lembar tiap peserta.
“Jika ditemukan ada lokasi yang sarana prasarananya belum lengkap, maka mengajukan penambahan. Pun, jika ada alat yang ada tidak bisa dipakai, nanti bisa ditukar,” tutur Dyta.
Baca Juga:
Berjibaku Selama 4 Jam, Kebakaran Gudang Pabrik Rokok di Malang Berhasil DipadamkanSelain alat, aspek laporan tindak kecurangan juga telah diperbarui. Dyta juga membeberkan bahwa tahun lalu, hanya menggunakan berita acara pelanggaran yakni pengawas yang mencentang segala bentuk pelanggaran yang terjadi sebelum diiskan ke sistem secara daring.
Sementara tahun ini, laporan kecurangan mengharuskan individu yang bertindak curat ikut menandatangani laporan berita acara kecurangan.
Bahkan kecurangan melalui joki pun juga tidak luput dari pengawasan. Seluruh pengawas diminta untuk lebih teliti saat mengecek dokumen dan wajah peserta, serta menyamakan wajah dengan foto peserta yang tertera di absensi.
Dalam mencegah tindak kecurangan, Kepala Humas UB, Tri Wahyu Basuki, S.E. juga menyampaikan bahwa pengawas akan memeriksa menggunakan alat detektor mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Baca Juga:
Anggota Komisi A DPRD Kota Malang Sebut Kedekatan dengan Masyarakat Jadi Modal Utama Jelang Pemilu 2029Selain itu, pengawas juga akan lebih detail dalam memeriksa setiap peserta ujian. Sehingga, pengawas laki-laki akan memeriksa peserta laki-laki, begitu juga peserta perempuan akan diperiksa pengawas perempuan. Hal ini tentunya sebagai upaya mencegah segala bentuk kecurangan yang bisa dilakukan oleh peserta.
"Terus dari keamanan itu juga kita perketat memang. Jadi ada detektor dan sebagainya supaya memungkinkan tidak adanya kecurangan. Kasian yang serius kalah dengan yang curang. Antisipasinya luar biasa. Mulai masuk pun juga diperketat. Jadi siapapun masuk itu hanya untuk keperluan tes," jelas Tri Wahyu.
Selain itu, para orang tua atau yang mendampingi peserta ujian tidak diperbolehkan untuk menunggu di dalam area kampus agar seluruh rangkaian ujian bisa tenang dan tidak terlalu ramai orang.
Staf atau dosen UB pun tidak boleh memasuki area ujian jika tidak memiliki id card panitia tes UTBK. Hal ini juga menjadi upaya untuk memberikan kenyamanan pada peserta tes UTBK.
"Kalau pengantar harus di luar UB, tidak boleh menunggu di sini, biar tenang," tutur Kepala Humas UB tersebut.(*)