KETIK, MALANG – Career Development Center (CDC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar review Buku Pedoman Tracer Study di Ruang Rapat Gedung Oesman Mansoer, Fakultas Humaniora, Kampus 1 pada Senin, 10 Agustus 2026.

Acara ini sebagai bentuk menyempurnakan pedoman pelacakan alumni sekaligus memperkuat keterlibatan fakultas, program studi, dan alumni dalam pelaksanaan tracer study.

Kegiatan ini dibuka oleh Yhadi Fidiansyah selaku tim CDC dengan menyampaikan bahwa tracer study tidak bisa hanya dibebankan kepada CDC.

Pelacakan alumni membutuhkan keterlibatan berbagai unsur universitas, mulai dari pimpinan universitas, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, CDC, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, PIC Tracer Study fakultas, program studi, hingga ketua angkatan.

“Tracer study membutuhkan kolaborasi seluruh unsur agar pelacakan alumni berjalan efektif, terkoordinasi, dan menghasilkan data yang akurat,” ujar Yhadi.

Baca Juga:
Ironi HUT ke-81 RI, SDN Kebonsari 2 Kota Malang Masih Krisis Guru Kelas

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Triyo Supriyano, M.Pd., mengatakan tracer study memiliki posisi penting bagi perguruan tinggi. Melalui data tersebut, universitas dapat mengetahui perjalanan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Data tracer study tidak hanya untuk mengetahui kondisi lulusan, tetapi juga dapat memperkuat jaringan alumni dan meningkatkan kontribusi alumni kepada institusi,” tutur Prof. Triyo.

Ia menambahkan, data alumni juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengembangkan mutu pendidikan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Prof. Abd. Bashith, M.Si., menyoroti pentingnya pengelolaan data tracer study secara sistematis dan berkelanjutan.

Baca Juga:
JATMAN Kota Malang Gelar Musda di Unisma, Siapkan Regenerasi Kepemimpinan dan Program Strategis

Menurutnya, data tracer study dapat mendukung evaluasi mutu perguruan tinggi, kebutuhan akreditasi, serta peningkatan layanan akademik dan kemahasiswaan.

Review Buku Pedoman Tracer Study

Setelah sesi sambutan, pembahasan dilanjutkan pada agenda utama berupa review Buku Pedoman Tracer Study. Kegiatan dipimpin PIC Tracer Study Muhammad Asmuni Hasyim, M.Si.

Sejumlah aspek menjadi bahan pembahasan, mulai dari prosedur pelaksanaan, kebutuhan data, mekanisme pengumpulan data, pembagian tugas, hingga koordinasi antara universitas dan fakultas.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan PIC Tracer Study dari masing-masing fakultas turut memberikan masukan. Mereka menyampaikan sejumlah catatan berdasarkan kondisi dan kebutuhan pelaksanaan tracer study di fakultas dan program studi.

Perwakilan alumni juga dilibatkan dalam pembahasan. Kehadiran alumni sebagai penyempurnaan mekanisme pelacakan agar lebih mudah dipahami dan sesuai dengan kondisi responden.

Keterlibatan alumni dinilai penting karena mereka merupakan pihak yang secara langsung berhadapan dengan instrumen tracer study. Masukan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas data yang diperoleh universitas.

Hasil pembahasan kemudian menjadi bahan untuk melakukan revisi terhadap Buku Pedoman Tracer Study. Perbaikan mencakup substansi pedoman, mekanisme pelaksanaan, pembagian peran, serta pola koordinasi antarunit.

CDC UIN Malang mendorong agar pelaksanaan tracer study ke depan tidak berhenti pada tingkat universitas dan fakultas. Program studi dan ketua angkatan juga diharapkan mengambil peran dalam membangun komunikasi dengan alumni.

Dengan keterlibatan berbagai unsur tersebut, tracer study diharapkan mampu menghasilkan data alumni yang lebih akurat dan dapat digunakan untuk memperkuat jaringan alumni, mendukung akreditasi, serta menjadi salah satu dasar pengembangan mutu pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.(*)