KETIK, JAKARTA – Timnas Cape Verde menegaskan siap menghadapi juara bertahan Argentina pada Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 di Miami, Sabtu, 4 Juli 2026. Walau akan menghadapi Lionel Messi dan kawan-kawan, pelatih Bubista memastikan timnya datang bukan sekadar untuk menikmati pertandingan, tetapi juga bertekad memberikan perlawanan terbaik.
Keberhasilan melaju ke fase gugur pada penampilan perdana Cape Verde di Piala Dunia sudah menjadi sejarah tersendiri bagi negara kepulauan di Afrika tersebut. Namun, Bubista menegaskan anak asuhnya belum puas hanya dengan pencapaian itu.
"Kami memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Argentina. Kesempatan menghadapi mereka merupakan hadiah bagi para pemain, tim, dan seluruh rakyat Cape Verde," ujar Bubista.
Pelatih berusia 46 tahun itu mengatakan timnya akan tetap menghormati Argentina sebagaimana mereka menghormati setiap lawan yang dihadapi sepanjang turnamen. Namun, rasa hormat tersebut tidak akan mengurangi ambisi untuk bersaing.
"Kami sangat gembira bisa mencapai babak gugur dan kembali mencetak sejarah. Sekarang kami akan menghadapi Argentina. Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Kami akan memberikan rasa hormat yang sama seperti kepada lawan-lawan sebelumnya, tetapi kami tetap akan bersaing," katanya.
Baca Juga:
5 Fakta Menarik Jelang Duel Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026Menurut Bubista, para pemainnya memang sedang menikmati mimpi tampil di Piala Dunia. Namun, ketika pertandingan dimulai, mereka akan fokus sepenuhnya kepada permainan.
"Kami sedang menjalani mimpi, tetapi saat memasuki lapangan kami tidak melihat siapa lawannya. Kami akan menghadapi pertandingan ini seperti saat melawan Spanyol maupun tim lainnya," ujarnya.
Cape Verde memang datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Mereka sebelumnya berhasil menahan imbang Spanyol dan menyingkirkan Uruguay untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.
Meski demikian, tantangan kali ini dipastikan lebih berat. Argentina tampil impresif sepanjang fase grup dan masih mengandalkan Lionel Messi yang terus menjadi motor permainan sekaligus pencetak gol utama tim.
Baca Juga:
Mimpi Buruk Ronaldo Cs, Portugal Hadapi Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026Bubista mengakui kualitas Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Bahkan, dirinya menghabiskan waktu mempelajari permainan Argentina selama fase grup, termasuk enam gol yang dicetak sang kapten.
"Bagi kami, merupakan kehormatan besar menghadapi pemain yang dianggap banyak orang sebagai yang terbaik sepanjang masa. Apakah ini akan menjadi nomor 10 melawan sepuluh pulau kami? Tentu saja. Namun kami akan tetap bermain dengan karakter, disiplin, dan identitas kami sendiri," ucapnya.
Sementara itu, bek tengah Diney Borges mengaku antusias mendapat kesempatan menghadapi idolanya sejak kecil. Meski begitu, ia menegaskan seluruh pemain tetap fokus menjalankan strategi tim.
"Tidak setiap hari kami bisa bermain melawan Messi. Ini seperti mimpi masa kecil karena kami semua tumbuh dengan menyaksikannya bermain," kata Borges.
Ia menambahkan, Cape Verde ingin melanjutkan kisah bersejarah mereka dengan menciptakan kejutan lain di Piala Dunia.
"Kami memiliki kesempatan ini dan, jika Tuhan menghendaki, kami bisa menyingkirkan Argentina yang merupakan juara dunia," tutup Borges. (*)