KETIK, MANADO – Program Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara yang digelar pada Kamis, 4 Juni 2026 di Kota Manado mencatatan komitmen transaksi sebesar Rp1.887.813.970.000.
“Alhamdulillah total komitmen transaksi di Sulawesi Utara mencapai Rp 1,887 Triliun, terdiri dari transaksi jual sebesar Rp 1,697 Triliun dan transaksi beli sebesar Rp 189,989 Miliar,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang memimpin gelaran Misi Dagang dan Investasi tersebut.
Melalui penyelenggaraan Misi Dagang 2026 ini, Wagub Emil optimis kerja sama ekonomi yang terbangun bisa semakin kuat, menghadirkan peluang-peluang baru bagi pelaku usaha, investor serta UMKM di kedua daerah.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti kuat bahwa hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara berlangsung saling menguntungkan. “Komitmen ini jadi bukti hubungan dagang antara Jatim dan Sulut bersifat win-win. Keduanya sangat melengkapi satu sama lain. Kita ingin maju bersama-sama, dan hari ini terwujud,” imbuhnya.
Adapun komoditas yang diperdagangkan dari Jawa Timur ke Sulawesi Utara antara lain Daging Sapi dan Ayam, Pakan Ikan dan Udang, Rokok, Susu, Karkas Ayam dan Bebek, produk batik, jagung, mesin alat pertanian dan lainnya.
Baca Juga:
Kemendagri Nobatkan Jatim Terbaik dalam Menekan Pengangguran, Khofifah: Hasil Kerja BersamaSedangkan, komoditas yang dibeli Jawa Timur dari Sulawesi Utara meliputi Ikan Tuna, cengkeh, arang batok kelapa, produk kerajinan tempat tisu dan gantungan kunci, Ikan Tongkol, Ikan Cakalang, Ikan Layang, Deho.
Emil Dardak menjelaskan hubungan dagang kedua provinsi telah terjalin melalui Misi Dagang dan Investasi yang digelar di Manado pada Agustus 2022. Saat itu, capaian komitmen transaksi sebesar Rp158,98 miliar dari 51 transaksi dagang.
Dirinya menilai, hubungan kerja sama ekonomi yang terus terbangun selama 4 tahun terakhir telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja perdagangan kedua daerah.
“Kita bisa melihat bahwa perdagangan menunjukkan kondisi yang signifikan peningkatannya. Tapi disini prinsipnya dalam konsep business to business, Ibu Gubernur menekankan bahwa rombongan yang hadir disini harapan kita terus membangun kedekatan ini,” katanya.
Baca Juga:
Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Perkemahan Wirakarya Jatim 2026, Mbak Wali Sambut Kolaborasi Pramuka Bedah RTLH“Ini sudah 4 tahun berselang dari misi dagang tahun 2022. Selama 4 tahun banyak sekali kedekatan yang telah terbangun, sinergi yang terjalin. Sehingga kita kaget bahwa transaksi tahun 2022 mencapai Rp158,98 miliar,” tambahnya.
Tak hanya itu, hubungan perdagangan Jawa Timur dan Sulawesi Utara kian meningkat, dimana tahun 2024 total nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp1,44 triliun. Selain itu, Jawa Timur juga mencatat surplus perdagangan sebesar Rp581,72 miliar dengan nilai penjualan ke Sulawesi Utara mencapai Rp1,01 triliun dan nilai pembelian sebesar Rp428,39 miliar.
Lebih lanjut, Wagub Emil menambahkan, misi dagang kali ini diikuti sebanyak 58 pelaku usaha dari Jawa Timur yang hadir di Manado, bukan hanya membawa penjual tapi juga hadir untuk membeli komoditas.
Menurutnya, lokasi Sulut sangat strategis, ditambah infrastruktur Pelabuhan Bitung yang menjadi gerbang di Samudra Pasifik. Ia optimis bahwa Sulawesi Utara ini punya potensi yang sangat besar dari hubungan dagang dan investasi dengan Jawa Timur.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay menyampaikan gelaran Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur dan Manado tahun 2026 ini merupakan gelaran Misi Dagang kedua setelah sebelumnya terselenggara 2022.
“Hubungan kerja sama ekonomi ini akan terus berlanjut antara Jatim dan Sulawesi Utara. Artinya, menunjukkan komitmen kuat meningkatkan kinerja perdagangan dalam negeri, memperkuat kolaborasi dan sinergi. Ini adalah contoh nyata semangat membangun ekonomi,” ujar Victor.
“Ini bukti nyata Pemprov Jatim sangat concern terhadap UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Terima kasih sudah menghadirkan lebih dari 50 pelaku usaha di Sulawesi Utara. Forum ini sangat baik membangun komunikasi bisnis, menjajaki peluang investasi sekaligus menghasilkan transaksi perdagangan yang menguntungkan bagi kedua daerah,” tuturnya.
Sebagai informasi, Wagub Emil bersama Wagub Sulut menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara OPD dan Pelaku Usaha Provinsi Jatim dengan Provinsi Sulawesi Utara. (*)