KETIK, MALANG – Kosongnya kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang usai ditinggal Erik Setyo Santoso memicu bursa calon pimpinan anyar. Tak hanya memunculkan figur-figur kuat dari internal Pemkot, nama pejabat dari wilayah tetangga pun mulai merangsek naik.
Sejumlah nama kandidat kini berpotensi menggantikan posisi Erik—yang saat ini resmi mengemban tugas baru sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Malang.
Berikut adalah tiga nama pejabat yang santer dikabarkan masuk dalam bursa calon Sekda Kota Malang:
1. Eko Sri Yuliadi (Kepala Diskopindag Kota Malang)
Baca Juga:
Wali Kota Malang Kantongi Lima Kandidat Plt Sekda, Penetapan 1 Agustus 2026Eko Sri Yuliadi menjadi kandidat kuat dari jajaran internal Pemkot Malang. Pejabat Eselon II.b yang menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang ini tengah mengemban sejumlah pekerjaan rumah vital, khususnya penataan pasar rakyat seperti Pasar Besar, Pasar Blimbing, hingga Pasar Gadang.
2. Dandung Djulharjanto (Kepala DPUPRPKP Kota Malang)
Nama lain dari internal yang dinilai punya peluang besar adalah Dandung Djulharjanto. Saat ini, pejabat Eselon II.b tersebut dipercaya mengomandani Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.
Baca Juga:
Tong Tong Night Market Dongkrak Penjualan Reramban, Produk Handmade Laris Diburu Pengunjung3. Made Arya Wedanthara (Pejabat Pemkab Malang)
Sinyal bagi figur luar daerah membawa nama Made Arya Wedanthara ke permukaan. Pejabat dari wilayah tetangga ini saat ini menduduki posisi sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan terdapat proses yang berbeda dalam penjaringan calon Sekda definitif. Kendati demikian skema manajemen talenta tetap diterapkan.
"Jadi, pengisian Sekda pun nanti tidak terlalu lama, tidak seperti yang lalu harus ada selter (seleksi terbuka), kita harus buat pansel, ya. Nanti ada semacam uji kompetensi saja, tidak perlu ada fit and proper test, karena sudah masuk dalam nine box. Kita tinggal memilih dan memilah siapa nanti yang paling cocok, kita undang untuk uji kompetensi," kata Wahyu, Jumat 31 Juli 2026.
Wahyu juga tidak memungkiri bahwa peluang mengusung calon Sekda dari luar Kota Malang tetap terbuka lebar selama memenuhi kriteria penilaian.
"Bisa, siapa saja. Nanti kita akan melihat. Ya kalau misalkan dalam nine box ini ada yang cocok, kita ambil. Kemudian ada beberapa sebagai pertimbangan, misalkan ada yang cocok dari luar, apabila kepala daerahnya cocok, ya sudah kita akan masukkan," katanya.(*)