KETIK, MALANG – Apel Peringatan Hari Pramuka dan Pengukuhan Pramuka Garuda tahun 2026 di Stadion Gajayana diwarnai dengan inklusifitas. Pasalnya sebanyak 36 anggota Pramuka difabel dengan kompak membawakan tarian Grebeg Sabrang.
Para anggota tersebut berasal dari Pramuka Penggalan dan Penegak dengan difabel tuli, grahita, dan difabel daksa. Mereka menunjukkan kemampuannya untuk berkarya, berprestasi, dan menginspirasi banyak orang.
Pertunjukan diawali dengan langkah-langkah yang tegas dan penuh semangat. Setiap gerakan menjadi bentuk komunikasi yang mereka sampaikan melalui bahasa tubuh, ekspresi, dan kekompakan. Penari bergerak bersama, saling memperhatikan dan mengikuti aba-aba visual agar setiap gerakan dapat dilakukan secara serempak.
Pertunjukan tersebut pun mendapatkan sambutan dan apresiasi meriah baik dari para tamu maupun anggota Pramuka yang berada di lokasi. Termasuk Wali Kota Malang, Ketua DPRD Kota Malang, Ketua Pramuka Kota Malang, hingga Sekretaris Kwarda Pramuka Jawa Timur.
Dalam penampilan tersebut juga menunjukkan semangat Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. Yakni keberanian untuk mencoba, kedisiplinan dalam berlatih, kerja sama, tanggung jawab, dan juga kepedulian terhadap sesama.
Gerakan yang dinamis menggambarkan perjalanan para Pramuka dalam menghadapi berbagai rintangan. Ada kalanya langkah terasa berat, namun dengan kebersamaan dan saling mendukung, setiap tantangan dapat dilewati. (*)
