Calo Tiket Masih Berkeliaran di Terminal Purabaya Bungurasih pada Puncak Mudik Idulfitri 2025

Jurnalis: Fitra Herdian
Editor: Rahmat Rifadin

27 Mar 2025 13:11

Headline

Thumbnail Calo Tiket Masih Berkeliaran di Terminal Purabaya Bungurasih pada Puncak Mudik Idulfitri 2025
Calon penumpang bus antarkota di Terminal Tipe A Purabaya Bungurasih, Sidoarjo, 26 Maret 2025. (Foto: Rahmat Rifadin/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – “Mau ke mana?”

“Nanya aja kok,”

“Tujuannya ke mana?”

“Bisu ya kok ndak jawab,”

Baca Juga:
Perkuat Visi Misi, Pakaidonk Siapkan Ekspansi Luar Negeri

Pertanyaan-pertanyaan yang tak jarang bernada sarkas seperti di atas kerap diterima calon penumpang yang baru tiba atau berada di area Terminal Bus Tipe A Purabaya Bungurasih Sidoarjo.

Yang makin membuat sebal, bukan hanya satu-dua orang yang bertanya. Bisa tiga sampai lima orang lebih selama berjalan menuju area keberangkatan bus antarkota.

Mereka yang bertanya itu para pria asing. Mayoritas tak menggunakan tanda pengenal. Mereka kerap berdiri, bergerombol, menanti setiap bus kota, angkot, ojek atau kendaraan pribadi yang mengantarkan calon penumpang tiba di Purabaya.

Ketik.co.id sudah kenyang mendengar lontaran pertanyaan-pertanyaan itu. Bagi calon penumpang yang sering riwa-riwi di Terminal Purabaya, memang sudah terbiasa menghadapi situasi ini.

Baca Juga:
Tinjau Pasar Legi Ponorogo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Stabil Usai Lebaran

Namun, bagi calon penumpang baru, terutama kaum hawa yang jarang atau baru kali pertama singgah di Purabaya, mendapati hal tersebut tentu mengurangi kenyamanan.

“Serem-serem orangnya,” ucap Indah Kusuma, penumpang bus antarkota jurusan Denpasar yang ditemui Ketik.co.id, Rabu siang 26 Maret 2025. Saat itu dia di Purabaya bertiga bersama kedua anaknya.

Foto Para kru bus menanti penumpang di area keberangkatan bus antarkota Terminal Tipe A Purabaya Bungurasih, 26 Maret 2025. (Foto: Rahmat Rifadin/Ketik.co.id)Para kru bus menanti penumpang di area keberangkatan bus antarkota Terminal Tipe A Purabaya Bungurasih, 26 Maret 2025. (Foto: Rahmat Rifadin/Ketik.co.id)

Dari penelusuran Ketik.co.id, pria-pria bergerombol yang menanyakan tujuan calon penumpang itu berprofesi macam-macam. Ada tukang ojek, sopir taksi, buruh angkut barang, kru bus resmi, dan satu lagi yang berbahaya. Calo tiket.

Ya, calo tiket masih menjadi momok menakutkan dan harus diwaspadai calon penumpang di Terminal Purabaya pada arus mudik Lebaran Idulfitri 2025 ini.

Biasanya mereka tidak bekerja sendiri. Antara dua sampai tiga orang. Mereka berdiri bergerombol di antara para kru bus resmi.

Tak sedikit juga yang nylentang menjemput ‘korban’ sejak di posisi kedatangan bus kota, angkot, atau ojek. Mereka memburu para calon penumpang yang tampak kebingungan saat tiba di Terminal Purabaya.

Calo-calo itu biasanya juga membawa peralatan lengkap. Tas kecil dan tiket buatan mereka sendiri. Lengkap dengan spidol bak kru bus resmi.

Mereka akan meminta korban membayar langsung tiket di lokasi mereka bertemu atau digiring ke suatu tempat. Bukan membayar di atas bus atau area keberangkatan resmi. Tentunyanya dengan harga tiket yang sudah mereka naikkan berkali-kali lipat.

Pantauan Ketik.co.id, salah satu area paling rawan pemudik dihampiri calo adalah di pintu keluar bus antarkota. Letaknya di jalan raya dekat Bundaran Waru, Sidoarjo.

Pada Rabu 26 Maret 2025, Ketik.co.id menyaru sebagai penumpang turun dari ojek di dekat pintu keluar bus antarkota ini. Sesaat kemudian seorang pria yang disinyalir calo menanyai tujuan kepergian media ini. “Yogya,” ucap Ketik.co.id.

Dia kemudian menggiring media ini ke sebuah warung kopi di area tersebut. Di sana pria tersebut mengatakan bahwa harga tiket ke Yogya adalah Rp200 ribu. Ketik.co.id pun menolak.

Pasalnya, sesuai harga resmi, tiket menuju kota tersebut hanya Rp99 ribu untuk kelas ekonomi AC. Untuk kelas eksekutif pun juga tidak semahal itu. Hanya Rp125 ribu.

Terpisah, Heri Purnomo, salah satu penumpang yang ditemui Ketik.co.id di Terminal Purabaya menyebut dirinya juga pernah ditawari tiket menuju Yogya dengan harga melambung lebih tinggi lagi oleh calo.

“Disuruh bayar di bawah (sebelum naik bus, red) Rp350 ribu. Gila. Untung saya tahu harga aslinya. Langsung saya tolak,” ucapnya.

Foto Area keberangkatan bus antarkota Terminal Tipe A Purabaya Bungurasih, 26 Maret 2025. (Foto: Rahmat Rifadin/Ketik.co.id)Area keberangkatan bus antarkota Terminal Tipe A Purabaya Bungurasih, 26 Maret 2025. (Foto: Rahmat Rifadin/Ketik.co.id)

Beberapa perusahaan otobus tegas menolak bekerja sama dengan calo. Mereka menempatkan beberapa kru untuk membantu mengarahkan penumpang mendapatkan bus sesuai tujuan. Namun lagi-lagi, karena banyaknya calon penumpang, masih ada yang jatuh ke tangan calo.

Senin malam 24 Maret 2025, Ketik.co.id juga mendapati kru bus Sugeng Rahayu jurusan Surabaya-Yogyakarta meminta seorang penumpang turun dari bus di area pintu keluar bus antarkota.

Itu karena pihak bus enggan mengambil risiko bekerja sama dengan calo. Penumpang tersebut saat itu sudah menjadi 'korban' dan membayar tiket kepada calo untuk tujuan Yogyakarta. Dia membayar di bawah sebelum naik bus.

Pihak kru bus lantas dititipi uang oleh sang calo Rp100 ribu untuk pembayaran penumpang ‘korban’ tersebut. Namun, kru bagian kondektur itu menolak.

Si calo akhirnya terpaksa meminta penumpang yang menjadi korbannya itu turun dan mencari bus lain. “Wong nggak jelas. Ora gelem melu-melu aku,” ucap sang kondektur saat ditanya perihal kejadian itu.

Upaya Preventif Pengelola Terminal Purabaya

Pihak pengelola Terminal Purabaya sejatinya telah melakukan berbagai upaya untuk membatasi ruang gerak para calo ini.

Meski demikian, luasnya area Terminal Purabaya yang mencapai 11,9 hektar serta padatnya hilir mudik penumpang di terminal bus tipe A ini membuat oknum-oknum calo masih bebas berkeliaran.

"Kami terus melakukan upaya preventif dengan melakukan patroli rutin," kata Humas Terminal Tipe A Purabaya, Sarah Abigail, kepada Ketik.co.id.

Selain upaya preventif, pihak pengelola juga tak segan untuk menindak tegas apabila menemukan calo tiket yang masih nakal beroperasi di wilayahnya.

"Apabila ada laporan calo selalu kita tindak dan tertibkan dengan sanksi dilarang beraktivitas di area terminal," tegas Sarah. (*)

Baca Juga:

Laporan Arus Mudik Lebaran 2025 [2/3]: Cegah Calo Berkeliaran, Pengelola Terminal Purabaya Terus Perketat Pengawasan

Laporan Arus Mudik Lebaran 2025 [3/3]: Terminal Purabaya Bungurasih Darurat Toilet di Masa Mudik Idulfitri 2025

Baca Sebelumnya

PTPN I Regional 5 Gelar Mudik Gratis, Rute Baru Tujuan Jakarta Diserbu Peminat

Baca Selanjutnya

UIN Malang Buka Penjaringan Bakal Calon Rektor, 45 Guru Besar Berpeluang Maju Melawan Kandidat Eksternal

Tags:

terminal purabaya Bungurasih Arus Mudik Lebaran 2025 #riyoyoan Idulfitri

Berita lainnya oleh Fitra Herdian

2 Kali Kalah, Langkah Brunei Darussalam Semakin Berat di ASEAN U-17 Boys Championship 2026

14 April 2026 19:26

2 Kali Kalah, Langkah Brunei Darussalam Semakin Berat di ASEAN U-17 Boys Championship 2026

Lengkap! Ini Jadwal Seleksi Lowongan Kerja BLUD RSUD Dr Soetomo

14 April 2026 15:43

Lengkap! Ini Jadwal Seleksi Lowongan Kerja BLUD RSUD Dr Soetomo

Persiapan Hadapi Madura United, Persebaya Surabaya Krisis Pemain

14 April 2026 14:21

Persiapan Hadapi Madura United, Persebaya Surabaya Krisis Pemain

RSUD Dr Soetomo Buka Lowongan Kerja, Pendaftaran Buka Hanya 3 Hari!

14 April 2026 12:20

RSUD Dr Soetomo Buka Lowongan Kerja, Pendaftaran Buka Hanya 3 Hari!

Kartu Nusuk Resmi Aktif di Embarkasi, Inilah Sistem Baru Haji 2026 yang Lebih Praktis

14 April 2026 11:05

Kartu Nusuk Resmi Aktif di Embarkasi, Inilah Sistem Baru Haji 2026 yang Lebih Praktis

Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

13 April 2026 21:52

Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar