KETIK, PEMALANG – Sucipto, seorang buruh harian warga Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, menerima bantuan pembangunan rumah melalui program Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) dari Organisasi Shiddiqiyyah.
Peresmian sekaligus penyerahan kunci rumah berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut disaksikan Kepala Desa Kebojongan Nuridin, jajaran Forkopimcam Comal, serta puluhan masyarakat sekitar.
Ketua Organisasi Shiddiqiyyah Perwakilan Daerah Kabupaten Pemalang, Ahmad Ipan, mengatakan RSKILHS merupakan program tahunan yang dilaksanakan melalui Dhilal Berkat Rochmat Alloh (Dhibra), organisasi di bawah naungan Shiddiqiyyah.
Menurutnya, pembangunan rumah layak huni tersebut menjadi salah satu bentuk rasa syukur dalam memperingati momentum nasional.
“Setiap momentum kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 itu bikin rumahnya satu unit. Sumpah Pemuda satu unit dan Hari Pahlawan satu unit. Jadi satu tahun tiga unit,” kata Ipan.
Baca Juga:
Jalan Sehat HUT Ke-81 RI di Wanarejan Selatan, Nurkholes Ajak Warga Perkuat KerukunanIa menjelaskan, anggaran pembangunan setiap unit rumah berkisar antara Rp80 juta hingga Rp100 juta, tergantung kebutuhan pembangunan rumah penerima manfaat.
Dalam menentukan penerima bantuan, kata Ipan, terdapat sejumlah kriteria yang menjadi pertimbangan. Di antaranya kondisi ekonomi calon penerima, kondisi tempat tinggal, serta jumlah tanggungan keluarga.
“Yang diutamakan adalah fakir miskin, kemudian kondisi tempat tinggal dan jumlah tanggungan. Itu yang menjadi barometer untuk dipilih dan dimusyawarahkan bersama untuk memprioritaskan mana yang layak dibantu,” jelasnya.
Ipan berharap program tersebut tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:
Hari Pramuka ke-65 di Pemalang, Perkuat Karakter Generasi Muda dan Dukung Swasembada PanganIa juga berharap semangat kepedulian tersebut dapat menginspirasi berbagai elemen masyarakat untuk turut membantu warga yang membutuhkan.
“Kalau bisa jangan hanya Shiddiqiyyah, tetapi bisa menginspirasi dan menular ke semua elemen bangsa. Saya kira itu yang menjadi obat buat bangsa saat ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Sucipto mengaku bahagia setelah menerima rumah baru melalui program tersebut. Ia menegaskan tidak mengeluarkan biaya untuk pembangunan rumah yang diterimanya.
“Sama sekali tidak mengeluarkan, nol rupiah,” ucap Sucipto.
Kepala Desa Kebojongan, Nuridin, mengapresiasi kepedulian Organisasi Shiddiqiyyah yang telah membantu salah satu warganya mendapatkan rumah layak huni.
“Atas nama pribadi dan pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada Thariqah Shiddiqiyyah yang telah membantu warga kami,” kata Nuridin.
Nuridin mengungkapkan, masih terdapat hampir 50 unit rumah warga di Desa Kebojongan yang masuk kategori tidak layak huni.
Pemerintah Desa Kebojongan, lanjutnya, akan berupaya mencari dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui dinas terkait untuk membantu penanganan rumah tidak layak huni tersebut.
“Harapannya nanti bisa juga dari Anggaran Dana Desa, sehingga secara bertahap bisa membantu warga kita, khususnya yang rumahnya kurang layak,” ujarnya.
Program bantuan rumah layak huni tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus mendorong kepedulian sosial terhadap warga kurang mampu di Desa Kebojongan dan wilayah Kabupaten Pemalang.(*)