KETIK, SIDOARJO – Perdagangan secara elektronik (e-commerce) menggerus kejayaan pasar-pasar tradisional. Pembeli sepi. Ditambah kurangnya dukungan sarana dan prasarana, pasar tradisional semakin terjepit. Retribusi untuk pendapatan daerah pun tak tercapai. Bupati Subandi bakal merevitalisasi pasar-pasar daerah di Sidoarjo agar kembali bangkit.

Kamis pagi (7 Mei 2026), Bupati Subandi memanggil para pengelola pasar daerah se-Kabupaten Sidoarjo. Mereka hadir di Pendopo Delta Wibawa. Pengelola Pasar Porong, Pasar Larangan, Pasar Taman dan Sukodono, Pasar Krian, Pasar Wadungasri, Gedangan, dan Buduran, dan lain-lain.

Mereka diminta menyampaikan keluhan-keluhan tentang kondisi pasar di Sidoarjo. Satu per satu dapat giliran sambatan. Di antaranya, banyaknya kios kosong. Jalan paving rusak di dalam pasar. Aspal jalan masuk dari jalan raya sudah bergelombang. Saluran air  pembuangan mampet. Tarif parkir dikeluhkan mahal. Tentu saja, gerusan jualan online yang menggerus kunjungan pembeli setiap hari.

Para pengelola pasar-pasar di Sidoarjo bukannya diam. Mereka telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kesulitan itu. Pengelola Pasar Taman dan Sukodono serta Wonoayu siap memperbaiki paving. Tujuannya, pasar tidak lagi tergenang air kalau hujan. Anggarannya sekitar Rp 2,3 miliar. Begitu pula Pasar Sukodono.

Sementara itu, pengelola Pasar Krian mengaku masih menghadapi persoalan tempat penampungan pasca kebakaran. Saluran air di dalam pasar sering tersumbat. Mereka membuat salura alternatif agar air hujan tidak menggenang dan banjir.

Baca Juga:
Bupati Subandi Ingatkan Calon Kades Hindari Biaya Politik Tinggi, Gaji Kades RP 5,5 Juta

Bupati Subandi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bahrul Amig serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Sidoarjo Happy Setyaningtyas menemui para pengelola pasar di Sidoarjoj. (Foto: Kominfo Sidoarjo)

Adapun Pasar Porong juga telah berbenah. Mereka memasang kanopi agar pedagang tidak sampai kehujanan saat jualan. Mereka juga memasang wifi gratis. Sebagian pedagang memanfaatkannya untuk berjualan online. Pedagang diajari caranya.

Bupati Subandi menjawab keluhan para pengelola pasar-pasar di Sidoarjo. Keluhan mereka direspons positif dengan rencana revitalisasi pasar. (Foto: Kominfo Sidoarjo)

Kesulitan Pasar Porong adalah tarif parkir. Ada pedagang yang ditarik parkir sampai beberapa kali. Tarif parkir pasar-pasar di Sidoarjo mengikuti peraturan daerah Rp 3 ribu untuk sekali parkir. Masalahnya, pedagang sering keluar masuk pasar untuk keperluan.

Baca Juga:
Pemkab Sidoarjo Bareng BNPB Tangani Banjir Tahunan di Tanggulangin dan Candi

”Masuk pasar dua kali ya ditarik parkir dua kali. Padahal, mereka pedagang pasar,” ungkap pengelola Pasar Porong.

Bupati Subandi menyatakan siap turun langsung untuk melihat kondisi pasar-pasar di Sidoarjo yang dikeluhkan oleh para pengelola. Sarana dan prasarana yang tidak lagi memadai akan diperbaiki. Bupati Subandi mengajak seluruh pihak bersinergi melakukan revitalisasi pasar-pasar di Sidoarjo agar mampu bersaing di tengah pasar modern.

”Kepala pasar bisa berinovasi dan berkreasi agar pembeli dan penjual merasa nyaman di pasar,” kata Bupati Subandi yang didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bahrul Amig da Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Happy Setyaningtyas Astrawati.

Bupati Subandi meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pemetaan. Baik pemetaan kondisi pasar di Sidoarjo maupun potensi retribusinya. Bupati Subandi mendorong diterapkannya sistem pembayaan nontunai untuk retribusi pasar-pasar di Sidoarjo.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo diminta membantu persiapan perangkat dan teknologi penerapan sistem itu. Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan dashboard pendataan pasar-pasar di Sidoarjo. Jumlah kios atau lapak pedagang bisa diakses seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

”Saya juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar tradisional Sidoarjo,” kata Bupati Subandi. (*)